Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Tiba di Tanah Air, Ratusan Personel TNI Langsung Sujud Syukur

Personel TNI AL dari KRI Diponegoro sujud syukur. [JPG/pojokpitu]

KRI Diponegoro 365 akhirnya tiba kembali di tanah air setelah mengikuti latihan bersama Multilateral Rimpac 2016 di Hawai, Selasa (30/8). Kedatangan KRI Diponegoro bersama seluruh pasukan yang mengikuti latihan ini langsung disambut Panglima Armada TNI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Darwanto.

Darwanto mengatakan kapal perang Indonesia yang ikut dalam latihan bersama kali ini merupakan yang terkecil dari 27 negara lain yang ikut. Namun, Indonesia tetap menunjukkan kekuatannya.

“Tetapi kemampuan perang tetap bisa mengimbangi tentara luar negeri,” tegas Darwanto.

Dia menyatakan akan mengajukan penambahan alutsista berupa KRI yang lebih besar dan canggih. Usai kapal besandar, ratusan prajurit TNI Angkatan Laut ini langsung melakukan sujud syukur dengan dipimpin Letkol TNI Tunggul Komandan KRI Diponegoro.

Latihan bersama Multilateral Rim Of The Pacific (Rimpac) 2016 dilakukan di atas KRI Diponegoro di Perairan Pearl Harbor Hickam, Hawai. Selain penembakan dari atas kapal juga dilakukan rangkaian sea phase kapal perang.

“Latihan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga keamanan jalur laut dan kemanan laut di dunia,” imbuh Darwanto. Latihan ini dimulai dari 30 Juni sampai 4 Agustus 2016. (end/flo/jpnn)

  ⚓️ JPNN  

[Armada Jaya XXXIV] TNI AL Gelar Latihan Berskala Besar

Libatkan 39 Kapal PerangTebak-tebakan biji salak, rudal C705 akan diluncurkan KRI Kujang 642 [TNI AL] ☆

TNI Angkatan Laut berencana menggelar latihan berskala besar dengan sandi "Armada Jaya XXXIV/2016" di Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Surabaya, Kamis (1/9), yang dibuka langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, di Jakarta, Selasa, mengatakan, latihan yang rencananya akan ditinjau oleh Presiden RI Joko Widodo selaku Panglima tertinggi TNI ini dilaksanakan dalam skala besar di Laut Jawa dari awal September hingga pekan ketiga di bulan yang sama.

"Dimulai dengan proses embarkasi pasukan dari pangkalan TNI AL, Ujung, Surabaya, hingga puncaknya dilaksanakan Operasi Amfibi (Opsfib) berupa pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir di pantai Banongan, Jawa Timur," tuturnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bertindak selaku Pemimpin Umum Latihan Armada Jaya XXXIV/2016, sedangkan Komandan Pengembangan Pendidikan Angkatan Laut (Dankobangdikal) Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi sebagai Direktur Latihan.

Dalam Armada Jaya, kata Edi, ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan yang meliputi proses perencanaan militer (Prosrenmil) hingga kesiapan operasi serta keterpaduan komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Di mana melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) delapan Pesawat Udara, Marinir dengan persenjataan Howitzer, Roket Multilaras tipe GRAD 70. Berikutnya, tank dan kendaraan pendarat amfibi yang tergabung dalam Komando Tugas Laut (Kogasla), Komando Tugas Amfibi (Kogasfib), Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Kogasratmin), Komando Tugas Pertahanan Pantai (Kogashantai) dan Pasukan Pendarat (Pasrat).

 Uji Coba Rudal dan Torpedo

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini adalah latihan puncak TNI AL dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang juga merupakan uji tindak lanjut dari latihan bertingkat dan berlanjut yang dilakukan oleh unsur-unsur SSAT, yaitu Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan.

"Ini juga sekaligus merupakan ajang uji coba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (rudal) permukaan ke permukaan C-705 dan C-802 dari Kapal Cepat Rudal (KCR)," ujar Kadispenal.

Selain itu, "Surface and Underwater Torpedo" (SUT) dan Meriam KRI berbagai kaliber serta persenjataan berat Marinir. Secara umum latihan ini meliputi dua tahap, yaitu geladi posko dan geladi lapangan yang didahului "Tactical Floor Game" (TFG) dan teknologi "War Gaming"/Olah Yudha (OYU) yang dimiliki oleh TNI AL.

TNI AL dalam misinya menjadi "world class navy" dan mendukung program nasional poros maritim dunia, dituntut kesiapannya dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan NKRI.

Untuk itu kesiapan, kemampuan dan kekuatan alutsista yang handal disertai dengan kesiapsiagaan operasional seluruh komponen SSAT dan profesionalisme prajurit Matra Laut adalah suatu keharusan.

Sehingga Latihan Armada merupakan tolok ukur sejauh mana hasil pembinaan, baik personiel maupun materil yang telah dilakukan TNI AL untuk mendukung misi tersebut.
 

  ☆ Antara  

Selasa, 30 Agustus 2016

KRI BAC 593 Persiapkan Dukung Kartika Jala Krida 2016

KRI BAC 593 ☆

KRI Banda Aceh-593, salah satu dari armada milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang merupakan kapal perang jenis Kapal jenis LPD atau Landing Platform Dock, Selasa (30/8) dicek kesiapannya oleh tim Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dalam rangka kesiapannya mendukung taruna Akademi Angkatan Laut yang akan melaksanakan Kartika Jala Krida 2016.

Pihak ‎Syahbandar Utama Tanjung Priok yang dipimpin Faturrahman, S.H., M.Si. memeriksa laik laut Kapal perang kebanggaan milik TNI AL ini.

Beberapa item yang menjadi fokus pemeriksaan adalah seluruh kelengkapan kapal, seperti misalnya, alat navigasi kapal, ruang kontrol mesin, mesin-mesin, radio komunikasi kapal, alat-alat keselamatan pelayaran, Pemeriksaan alat apung, sekoci penolong dan sebagainya.

KRI Banda Aceh-593 merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 125 meter dan lebar 22 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

Menurut Komandan KRI Banda Aceh-593 Letkol Laut (P) Budi Santosa, S.E. persiapan yang dimaksud selain pemeriksaan kelaikan kapal oleh Syahbandar utama, juga melakukan perawatan kapal yang meliputi pengecatan dimulai dari pengetokan bagian-bagian yang mengalami karat dan dilanjutkan dengan pengecatan bagian haluan, lambung kanan, lambung kiri kapal sampai dengan buritan.

Lebih lanjut Komandan KRI Banda Aceh-593, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI. “Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama Kartika Jala Krida taruna AAL dapat terlaksana dengan aman dan lancar”, ujar Dan KRI Banda Aceh-593.

“Hal perawatan itu penting dalam kita melaksanakan persiapan operasi terutama dari hal-hal terkecil secara detail, sehingga kita mengetahui sampai sejauh mana kekurangan dan kendala-kendala yang akan kita hadapi, terutama pada bagian yang terpenting sampai dengan sarana prasarana pendukung, dalam persiapan mendukung taruna AAL yang akan memulai pelayaran perdananya ke luar negeri”, tandasnya. (Dispen Kolinlamil)
 

  ☆ TNI AL  

[Armada Jaya XXXIV] Ujicoba 2 Jenis Rudal

Pada Latihan Armada Jaya 2016FPB57 TNI AL, KRI Layang 805 pertama kali menembakan rudal C802 pada Latihan Armada Jaya terdahulu ☆

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, akan membuka latihan TNI AL yang diberi sandi “Armada Jaya XXXIV/2016” di Kobangdikal, Surabaya, Kamis (1/9) mendatang.

Latihan yang rencananya akan ditinjau oleh Presiden RI selaku Panglima tertinggi TNI ini dilaksanakan dalam skala besar di Laut Jawa dari awal September hingga minggu ketiga di bulan yang sama.

Dimulai dengan proses embarkasi pasukan dari pangkalan TNI AL, Ujung, Surabaya, hingga puncaknya dilaksanakan Operasi Amfibi (Opsfib) berupa pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir di pantai Banongan, JawaTimur.

Dalam Armada Jaya ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan yang meliputi Proses Perencanaan Militer (Prosrenmil) hingga kesiapan operasi serta keterpaduan komponen SSAT, melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis.

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini adalah latihan puncak TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang juga merupakan uji tindaklanjut dari latihan bertingkat dan berlanjut yang dilakukan oleh unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Mulai Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan, juga sekaligus merupakan ajang ujicoba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (rudal) permukaan ke permukaan C-705 dan C-802 dari Kapal Cepat Rudal.
 

  ☆ Tribunnews  

Delapan Kapal Perang Koarmabar Latihan Tempur

Di Laut JawaDua KRI unsur Satuan Kapal Eskorta dan Satuan Kapal Cepat Koarmabar sedang melaksanakan salah satu serial latihan pada Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Tahun 2016 di Laut Jawa. ☆

Delapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sedang dalam pelayaran lintas laut melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Tahun 2016, di Laut Jawa.

Latihan tersebut dipimpin Komandan Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Dansatkatarmabar) Kolonel Laut (P) Sawa S.E., M.M. selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Glagaspur L-3.

Kedelapan kapal perang yang terlibat dalam latihan tersebut yakni KRI Wiratno-379, KRI Kapitan Pattimura-371, KRI Silas Papare-386, KRI Halasan-630, KRI Barakuda-633, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Siwar-646. Unsur-unsur tersebut merupakan kapal perang di bawah pembinaan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar dan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar.

Dalam Latihan Gladi Tugas Tempur Tingkat III tersebut, unsur-unsur KRI melaksanakan berbagai manuver taktis sejak bertolak dari Pangkalan di Jakarta bergerak menuju Laut Jawa dengan melaksanakan pentahapan latihan secara berlanjut. Selain melaksanakan latihan manuver taktis, kedelapan KRI tersebut juga melaksanakan penembakan berbagai jenis senjata meriam di Pulau Gundul, Laut Jawa.

Kegiatan Latihan Glagaspur Tingkat III tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit KRI, meningkatkan integrasi unsur-unsur TNI Angkatan Laut dalam satu kesatuan komando, mengaplikasikan serta menerapkan doktrin khususnya operasi laut dan menghasilkan kesamaan pemahaman,pola pikir dan pola tindak dalam mekanisme prosedur pengambilan keputusan militer (prosbiltusmil) pada operasi laut.

Selain itu juga dalam rangka menghadapi latihan puncak TNI Angkatan Laut yaitu Armada Jayake- XXXIV Tahun 2016 di perairan Jawa Timur. (dispenarmabar/sir)
 

  ☆ Poskota  

Senin, 29 Agustus 2016

Seluruh Tugas KRI Bung Tomo Dilaksanakan Dengan Baik

Selama 11 bulan bergabung dalam MTF-UNIFILhttp://cdn-media.viva.id/thumbs2/2016/08/30/57c4b27592d92-personel-tni-dan-kri-bung-tomo-di-dermaga-beirut-lebanon_663_382.jpgPersonel TNI dan KRI Bung Tomo di Dermaga Beirut, Lebanon. (VIVA.co.id/Dispen Armatim)

Sebagai bagian dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), Maritime Task Force (MTF), mengemban misi utama melaksanakan patroli di Area of Maritime Operation (AMO) dalam rangka mencegah terjadinya penyelundupan senjata serta material lain dari dan menuju Lebanon melalui laut.

"Misi ini tentu saja tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh unsur-unsur kapal perang yang siap, prajurit yang profesional serta kerja sama yang baik," kata Chief of Staff MTF, Kolonel Laut (P) Agus Hariyadi, di Dermaga Beirut, Lebanon, melalui keterangan pers, Selasa, 30 Agustus 2016.

Selama 11 bulan bergabung dalam MTF-UNIFIL, seluruh prajurit KRI Bung Tomo di bawah kepemimpinan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, ST telah berhasil menyelesaikan semua tugas yang diemban dengan baik. Mulai dari tugas patroli di Area of Maritime Operation (AMO), latihan antarsesama unsur MTF, latihan dengan Angkatan Laut Lebanon, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

KRI Bung Tomo dengan 357 prajuritnya telah memberikan kontribusi nyata yang sangat besar bagi terciptanya keamanan di wilayah perairan Lebanon sekaligus telah mengharumkan nama PBB dan Indonesia.

Kesuksesan yang telah diraih, keteladanan dalam sikap, serta profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh prajurit KRI Bung Tomo - 357 telah membawa dampak positif bagi satuan-satuan lain yang tergabung dalam UNIFIL.

"Saya sangat percaya keikutsertaan kita dalam misi ini akan tetap dikenang oleh pasukan PBB dan rakyat Lebanon", kata Kolonel Laut (P) Agus Hariyadi.

 ♖ Vivanews  

Sabtu, 27 Agustus 2016

[Foto] Meneropong KRI REM 331

Foto PKR 10514PKR (Perusak Kawal Rudal) 10514 merupakan pengembangan kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) rancangan DSNS Belanda. Indonesia mendapat transfer teknologi dari Belanda setelah membeli 4 unit SIGMA corvette Diponegoro class.

Konon sewaktu memesan korvet Diponegoro class, Indonesia diberitakan akan mendapatkan transfer teknologi dari Belanda, namun nyatanya kapal Diponegoro class semuanya di produksi di Belanda.

Untuk pengadaan tambahan, Indonesia akhirnya mendapat kesepakatan untuk bisa membangun beberapa modul, dan 2 modul lainnya tetap di produksi DSNS Belanda. Pada tahun 2014, Indonesia memulai membangun kapal pertama PKR 10514 di galangan kapal PT PAL, Surabaya. Diperkirakan akhir tahun ini, kapal dengan nama KRI REM 331 sudah resmi di gunakan TNI AL.

Bila tak ada perubahan, TNI AL akan mendapatkan sekitar 20 unit PKR 10514.


Penampakan ujicoba laut kapal produksi bersama Indonesia dengan Belanda, KRI REM 331. [Baby Cebong]

Ujicoba laut PKR 10514 di laut Jawa bersama satgas KRI REM 331. [anas_nurhafidz@def.pk]

Penampakan belakang kapal produksi bersama DSNS dengan PT PAL, KRI RE Martadinata 331. [Baby Cebong]
pkr2-pt.pal.jpg

 Bonus :  Pemasangan meriam Oto Melara kaliber 76 mm pada kapal kedua Martadinata class, KRI 332 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. [pr1v4t33r@def.pk]
  ★ Garuda Militer  

Kamis, 25 Agustus 2016

TNI AL Gelar Latihan Terbesar Armada Jaya

Formasi kapal perang TNI AL ★

Jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya mengadakan rapat pendahuluan terkait persiapan Latihan Armada Jaya XXXIV/2016. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat, Mako Satlinlamil Surabaya, Rabu, (24/8).

Menurut Kadispen Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyiapkan tugas masing-masing dalam rangka persiapan latihan Armada Jaya XXXIV/16. Pertemuan juga dimaksudkan agar memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pada pelaksanaan latihan dapat berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi kesalahan atau kecelakaan dalam latihan, dan dapat secara optimal.

Selain itu juga tujuan dari rapat pendahuluan ini untuk menyiapkan moril dan material serta menyamakan persepsi dalam mengambil keputusan agar personel yang akan terlibat dalam latihan siap secara profesional pelaksanaan gladi posko maupun manlap yang akan berlangsung.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis2ux3R6qNaaSbMt4tvIvMMU3AqeLXuhJ5uxTFu1xNytbMGlgJ68IqR1WcH3BMqxLLG7wzkTFQOcUZM8OpzU714L4Wqwzz1IxKsIVn4zUeIHiTQw0rLNKL1uyJ6xHzVTDpUsyNdd9MrwQ/s1600/PT76+natuna070608pasratmarin(audryliahepburn).jpgLatihan Armada Jaya XXXIV/2016 kali ini mengusung tema, “TNI Angkatan Laut Melaksanakan Operasi Pertahanan Pantai, Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia dalam rangka Mempertahankan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Latihan terbesar TNI Angkatan Laut ini akan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) selaku Pimpinan Umum Latihan, dan melibatkan pelaku latihan yang dikomandoi oleh para Panglima Kotama TNI AL yaitu Pangkoarmatim sebagai Pangkogasfib, Pangkoarmabar sebagai Pangkogasla, Pangkolinlamil sebagai Pangkogasratmin, Danlantamal V sebagai Pangkogashantai, dan Dankormar sebagai Komandan Pasrat.

Kegiatan Armada Jaya XXXIV/16 sejak 22 Agustus hingga 10 September yang seluruh rangkaian latihannya akan berlangsung di Jawa Timur. (fri/jpnn)

  ♞ JPNN  

Kapal Patroli Akan Dilengkapi Alat Pemetaan Potensi Migas

Menggandeng TNI dalam kerja sama melakukan pemetaan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia Ilustrasi kapal patroli TNI AL ★

Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan berencana untuk menggandeng TNI dalam kerja sama melakukan pemetaan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

"Tujuannya supaya ada basis data. Daripada Kementerian ESDM mengeluarkan kapal khusus, sekalian saja kapal TNI sambil patroli," ucap Luhut di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/8/2016) malam.

Nantinya, kata Luhut, kapal patroli TNI akan dilengkapi dengan peralatan dari Kementerian ESDM untuk memotret potensi migas dari wilayah yang dilalui kapal patroli tersebut.

"Nah, TNI mau kerja sama dengan ESDM. Sambil kapal lewat, nanti dilengkapi alat. Sehingga kapal TNI sambil berlayar bisa juga memotret potensi migas di perairan Indonesia," tutur Luhut.

Dia mengatakan, ide ini berasal dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja. Pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk pemetaan potensi migas ini dalam APBN tahun anggaran 2017.

Selain untuk pemetaan potensi migas, mantan Menko Polhukam itu juga berencana agar kapal patroli TNI sekaligus mendata pulau-pulau yang dilalui.

"Sekaligus menamai 4.000 pulau yang sekarang belum ada nama," kata Luhut.

  ♞ Kompas  

Inovasi Teknologi Kapal Perang Nasional

Tim Perekayasa Kapal Perang BPPT Kunjungi STTAL Ilutrasi kapal PKR 10514 produksi PT PAL [pandu] ★

Untuk mencari masukan yang berharga dalam pengembangan teknologi kapal perang jenis patroli, Tim Perekayasa Kapal Perang dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diketuai oleh Dr. Samudro, mengunjungi Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL).

Kedatangannya disambut oleh Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Siswo H.S di Gedung Pascasarjana, STTAL, Bumimoro, Surabaya, Rabu (24/8).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara BPPT dengan TNI AL pada tahun 2015 lalu. Kerja sama tersebut berkaitan dengan kegiatan Inovasi Teknologi Kapal Perang Nasional khususnya dalam pemenuhan kebutuhan kapal patroli TNI AL untuk pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia seperti Samudera Hindia, Laut China Selatan, Laut Sulawesi, Laut Aru dan perairan utara Papua.

Menurut Samudero, untuk inovasi teknologi kapal perang ini, BPPT telah mengunjungi beberapa instansi TNI AL baik yang berada di Wilayah Barat maupun di Wilayah Timur.

"Semoga dengan kunjungan ini, tim perekayasa mendapat masukan yang berharga dalam pengembangan teknologi kapal perang TNI AL jenis patroli,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan STTAL mengaku sangat terhormat dan bangga karena Tim Perekayasa kapal perang BPPT telah memilih STTAL sebagai lokasi kunjungan kerja dalam rangka memperoleh bahan masukan untuk penyusunan konsep rancangan kapal patroli pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi wahana yang sangat penting dan strategis bagi STTAL dan BPPT untuk saling bertukar pikiran dalam upaya penyusunan konsep rancangan kapal patroli pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia," ujar Komandan STTAL.

Selain itu, Komandan STTAL juga berharap agar kunjungan kerja ini, dapat semakin mempererat ikatan kerja sama antara STTAL dan BPPT yang lebih baik untuk kemajuan bersama ke depan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, diawali dengan sambutan Komandan STTAl. Kemudian paparan dari Ketua Tim Perekayasa BPPT Samudero dan dilanjutkan dengan diskusi serta tukar menukar cindera mata.

“Berbagai masukan akan kami tampung, tentunya akan sangat berharga dan membantu tim dalam mengadakan inovasi-inovasi terhadap kapal perang nasional,” ujar Ketua Tim Perekayasa BPPT di akhir pertemuan.(fri/jpnn)

  ♞ JPNN  

Rabu, 24 Agustus 2016

TNI AL Menambah CIWS Type 730

Indonesia memilih CIWS type 730 untuk kapal korvet Kapitan Pattimura class https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3XvF8Ldt9Z-4LGli2Im08ZGRpK5fIbhE2urr1shrvygSThGmLvKy-fTw3vRHMMpZueH9kdY6cH6RczZzjzXFhesh4hCyqFhuDkarLjLlU4JaPiL1xCFt79oO6k0ptavHNnH1R6QMdJqmf/s1600/5-Boks-KRI-Sultan-Thaha-Syaifuddin-Masri-harian+rakyat+bengkulu.jpgKRI STS 376, merupakan kapal pertama  yang menggunakan meriam CIWS type 730 Norinco. [harian rakyat bengkulu] 

TNI AL telah menandatangani kontrak pembelian alutsista CIWS type 730 dengan perusahaan Norinco, China, ungkap sumber dari Mabes TNI AL di Cilangkap kepada IHS Janes pada tanggal 23 Agustus.

Sistem senjata ini akan dipasang bersama dengan PT PAL di Surabaya, pada salah satu kapal korvet Kapitan Pattimura class, KRI Silas Papare (386), untuk menggantikan senjata lama kaliber 30 mm yang terletak di bagian depan.

KRI Silas Papare merupakan kapal kedua yang akan mengoperasikan CIWS buatan China. Kapal KRI Sultan Thaha Syaifuddin (376) telah sukses melakukan ujicoba CIWS ini di laut pada bulan Agustus 2015.

Type 730 CIWS adalah sistem senjata tujuh laras Gatling gun dengan radar yang mampu menghancurkan serangan rudal ataupun pesawat terbang. Varian dari senjata ini juga digunakan kapal perang China seperti Type 051C Luzhou class dan kapal perusak 052B Luyang.

Type 730 CIWS rencananya akan dipilih TNI-AL untuk mempersenjatai dua kapal dari KCR-60M class.

BUMN pembuat kapal PT PAL Indonesia akan bekerja dengan NORINCO di Surabaya untuk menginstal sistem onboard pada KRI Silas Papare tahun 2017. [IHS Janes]

  ✈ Garuda Militer  

Jumat, 19 Agustus 2016

TNI AL Tetap Memprioritaskan Penggunaan KRI

Namun Bisa Gunakan Kapal Sipil Bantu Operasi Laut http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/photos/2015/12/07/18292/2.jpg?w=1111Ilustrasi KRI TNI AL ☆

P
emangkasan dan penghematan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN‎-P) 2016 yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tidak akan mengurangi kekuatan pasukan TNI AL dalam menjaga teritorial dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.

Bahkan untuk mengefisensikan anggaran, apabila alutsista dari Kapal perang Republik Indonesia‎ (KRI) yang dimiliki TNI AL belum mumpuni untuk melakukan operasional di laut, TNI AL bisa menggunakan kapal sipil untuk membantu proses operasi militer perang maupun bukan perang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi saat melakukan inisiasi serah terima jabatan Panglima Komando Armada Barat (Pangkoarmabar) dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) di Dermaga Markas Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (19/8).

"Dalam UU Pertahanan hal itu dimungkinkan, karena ada komponen utama, komponen cadangan, maupun‎ komponen pendukung. Kapal transportasi bisa dimodifikasi untuk transportasi prajurit, kapal tanker juga bisa digunakan untuk pembekalan logistik prajurit," ujar Ade Supandi, Jumat (19/8) pagi.

Pada masa damai, sejumlah kapal harus memiliki kecocokan dengan ‎sistem yang dimiliki oleh TNI AL, seperti contoh pipa pembekalan ulang, posisi geladak suprastruktur untuk mempermudah pembakalan di laut.

"Penggunaan kapal milik swasta ini sudah cukup lama digunakan, misalnya dalam operasi Mandala‎, Operasi Sulawesi Utara, Operasi Padang pada saat itu digunakan menggunakan kapal-kapal dalam operasi militer," tambahnya.

‎Namun demikian untuk pelaksanaan penjagaan teritorial di kawasan perbatasan, Ade mengungkapkan pihaknya akan tetap memprioritaskan penggunaan KRI yang memang memiliki kemampuan khusus dalam ‎melakukan pengamanan dan antisipasi terhadap kapal asing.

"Di laut perbatasan, kita tempatkan pengamanan laut dengan menempatkan Satgas Marinir dan pos-pos AL di daerah perbatasan. Untuk Satgas Marinir itu satu paket dengan Mabes TNI, kalau pos AL itu kami yang langsung adakan," kata Ade Supandi.

‎  Armada Jaya IV 2016 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXn-qzbjeKXCxBfJs10ixKaLNEBu4XZKxcSWs_SdK5miFUjznh79bfdzQK1U-9GbTvAnvyjIns_C8m2hMM9PCOBnwZIKWFKzqr1lYmtJoly9PQzMme0iZoZr46fC-pV8vGc8vu6b3qKCYj/s1600/tni_20151002_203433.jpgLebih lanjut, Ia mengungkapkan pada bulan September 2016 mendatang, pihaknya akan melakukan kegiatan Armada Jaya 4 yang merupakan latihan puncak TNI AL.

‎"Dalam latihan ini nanti akan menggunakan sistem persenjataan, dan armada baru, pangkalan, marinir, kapal, pesawat, selain itu latihan ini juga akan menggunakan 35 kapal dan mengerahkan 7.000 pasukan," tambahnya.

Beberapa uji coba senjata baru strategis yang akan digunakan dalam latihan tersebut diantaranya Rudal C705, Torpedo SUT, kapal selam. Latihan tersebut akan dilakukan pada minggu kedua di Laut Jawa dengan daerah operasi amfibi di Balongan, Baluran, dan sekitar perairan Jawa Timur.

"Kita akan tetap optimalkan armada yang ada untuk melakukan pengamanan, selain itu sejumlah kapal yang sudah dalam proses pengadaan tidak akan sampai terganggu sehingga wilayah laut NKRI tetap terjaga," tandasnya.

  ★ Berita Satu  

Selasa, 16 Agustus 2016

KRI Ajak Akan Berlatih Tembakan Torpedo

KRI Ajak-653 ☆

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto,S.H., M.A.P., menerima paparan latihan uji coba penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) yang disampaikan Komandan Satuan Kapal Cepat Kolonel Laut (P) Retiono Kunto, S.E., bertempat di Gedung Candrasa Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Senin, (15/8/2016).

Paparan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang perencanaan, persiapan dan pelaksanaan latihan penembakan torpedo sut yang akan dilaksanakan oleh KRI Ajak-653, pada minggu ketiga bulan Agustus 2016.

Paparan ini bertujuan untuk dijadikan bahan masukan dan pertimbangan bagi pemimpin dalam pengambilan keputusan di bidang pengujian sistem kendali senjata torpedo sut kepala latihan KRI Ajak-653.

Adapun sasaran latihan yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata KRI Ajak-653, terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit dalam pengawakan sistem persenjataan, tercapainya sistem komando dan pengendalian dalam latihan uji coba penembakan torpedo sut, serta mengukur kesiapan KRI Ajak-653 dalam mendukung kesiapan pelaksanaan latihan Armada Jaya XXXIV/2016.

Pangarmatim dalam kesempatan tersebut memberikan penekanan kepada para personil yang melaksanakan latihan diantaranya yakni perhatikan kondisi laut baik kedalaman laut maupun arus laut, dan yakinkan peralatan penembakan torpedo, serta perhatikan dan kenali kondisi cuaca pada saat penembakan.

Hadir dalam paparan tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Danguspurlatim) Laksma TNI I.N.G. Ariawan,S.E.,M.M, para Pejabat Utama Koarmatim dan para Komandan Satuan Jajaran Koarmatim. [Dispenarmatim]
 

  ☠ TNI AL