Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Rudal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

[Armada Jaya XXXIV] TNI AL Gelar Latihan Berskala Besar

Libatkan 39 Kapal PerangTebak-tebakan biji salak, rudal C705 akan diluncurkan KRI Kujang 642 [TNI AL] ☆

TNI Angkatan Laut berencana menggelar latihan berskala besar dengan sandi "Armada Jaya XXXIV/2016" di Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Surabaya, Kamis (1/9), yang dibuka langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, di Jakarta, Selasa, mengatakan, latihan yang rencananya akan ditinjau oleh Presiden RI Joko Widodo selaku Panglima tertinggi TNI ini dilaksanakan dalam skala besar di Laut Jawa dari awal September hingga pekan ketiga di bulan yang sama.

"Dimulai dengan proses embarkasi pasukan dari pangkalan TNI AL, Ujung, Surabaya, hingga puncaknya dilaksanakan Operasi Amfibi (Opsfib) berupa pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir di pantai Banongan, Jawa Timur," tuturnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bertindak selaku Pemimpin Umum Latihan Armada Jaya XXXIV/2016, sedangkan Komandan Pengembangan Pendidikan Angkatan Laut (Dankobangdikal) Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi sebagai Direktur Latihan.

Dalam Armada Jaya, kata Edi, ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan yang meliputi proses perencanaan militer (Prosrenmil) hingga kesiapan operasi serta keterpaduan komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Di mana melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) delapan Pesawat Udara, Marinir dengan persenjataan Howitzer, Roket Multilaras tipe GRAD 70. Berikutnya, tank dan kendaraan pendarat amfibi yang tergabung dalam Komando Tugas Laut (Kogasla), Komando Tugas Amfibi (Kogasfib), Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Kogasratmin), Komando Tugas Pertahanan Pantai (Kogashantai) dan Pasukan Pendarat (Pasrat).

 Uji Coba Rudal dan Torpedo

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini adalah latihan puncak TNI AL dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang juga merupakan uji tindak lanjut dari latihan bertingkat dan berlanjut yang dilakukan oleh unsur-unsur SSAT, yaitu Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan.

"Ini juga sekaligus merupakan ajang uji coba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (rudal) permukaan ke permukaan C-705 dan C-802 dari Kapal Cepat Rudal (KCR)," ujar Kadispenal.

Selain itu, "Surface and Underwater Torpedo" (SUT) dan Meriam KRI berbagai kaliber serta persenjataan berat Marinir. Secara umum latihan ini meliputi dua tahap, yaitu geladi posko dan geladi lapangan yang didahului "Tactical Floor Game" (TFG) dan teknologi "War Gaming"/Olah Yudha (OYU) yang dimiliki oleh TNI AL.

TNI AL dalam misinya menjadi "world class navy" dan mendukung program nasional poros maritim dunia, dituntut kesiapannya dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan NKRI.

Untuk itu kesiapan, kemampuan dan kekuatan alutsista yang handal disertai dengan kesiapsiagaan operasional seluruh komponen SSAT dan profesionalisme prajurit Matra Laut adalah suatu keharusan.

Sehingga Latihan Armada merupakan tolok ukur sejauh mana hasil pembinaan, baik personiel maupun materil yang telah dilakukan TNI AL untuk mendukung misi tersebut.
 

  ☆ Antara  

Selasa, 30 Agustus 2016

[Armada Jaya XXXIV] Ujicoba 2 Jenis Rudal

Pada Latihan Armada Jaya 2016FPB57 TNI AL, KRI Layang 805 pertama kali menembakan rudal C802 pada Latihan Armada Jaya terdahulu ☆

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, akan membuka latihan TNI AL yang diberi sandi “Armada Jaya XXXIV/2016” di Kobangdikal, Surabaya, Kamis (1/9) mendatang.

Latihan yang rencananya akan ditinjau oleh Presiden RI selaku Panglima tertinggi TNI ini dilaksanakan dalam skala besar di Laut Jawa dari awal September hingga minggu ketiga di bulan yang sama.

Dimulai dengan proses embarkasi pasukan dari pangkalan TNI AL, Ujung, Surabaya, hingga puncaknya dilaksanakan Operasi Amfibi (Opsfib) berupa pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir di pantai Banongan, JawaTimur.

Dalam Armada Jaya ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan yang meliputi Proses Perencanaan Militer (Prosrenmil) hingga kesiapan operasi serta keterpaduan komponen SSAT, melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis.

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini adalah latihan puncak TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang juga merupakan uji tindaklanjut dari latihan bertingkat dan berlanjut yang dilakukan oleh unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Mulai Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan, juga sekaligus merupakan ajang ujicoba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (rudal) permukaan ke permukaan C-705 dan C-802 dari Kapal Cepat Rudal.
 

  ☆ Tribunnews  

Selasa, 23 Agustus 2016

[Foto] Rudal RBS15 Mk3

Penghancur Kapal Perang Musuh

Mengenal Rudal RBS15 Mk3, Penghancur Kapal Perang Musuh

Rudal permukaan ke permukaan RBS15 Mk3 merupakan varian tercanggih dari keluarga rudal RBS15 yang dikembangkan oleh Saab Bofors Dynamics, Swedia dan Diehl BGT Defence, Jerman. RBS15 Mk3 merupakan pengembangan dari RBS15 Mk2, dan lulus uji coba, pada Oktober 2008. Pada Desember 2008, Jerman mulai memproduksi RSB15 Mk3. [saab.com]
Mengenal Rudal RBS15 Mk3, Penghancur Kapal Perang Musuh

RBS15 Mk3 dapat ditempatkan pada kapal-kapal berukuran kecil, kapal patroli, kapal cepat rudal, korvet, hingga kapal perang berukuran besar, seperti kapal perang tipe frigate. Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target di perairan dalam dan menyerang target di daratan dari kapal-kapal perang penjaga pantai. [saab.com]
Mengenal Rudal RBS15 Mk3, Penghancur Kapal Perang Musuh

Rudal RBS15 Mk3 menggunakan teknologi "fire & forget". Rudal dapat ditembakan di berbagai daerah dan cuaca, seperti kawasan gurun pasir yang panas, di Artik dan di Laut Utara yang sangat dingin, berkat teknologi pemrograman sebelum penembakan dengan radar pencari aktif yang maju. Perencanaan penembakan menggunakan Missile Engagement Planning System (MEPS) yang canggih. [saab.com]

Rudal RBS15 Mk3 memiliki probabilitas yang tinggi dalam menghancurkan target, karena terbang rendah di atas permukaan laut atau sea skimming, memiliki lintasan yang fleksibel, kemampuan bermanuver untuk mengelak hadangan rudal atau peluru dari CWIS, memiliki jejak radar dan infra merah yang kecil, dan kemampuan menembus pertahanan yang canggih. [saab.com]
Mengenal Rudal RBS15 Mk3, Penghancur Kapal Perang Musuh

RBS15 Mk3 merupakan rudal multiplatform, dapat diluncurkan dari kapal, truk, dan pesawat. Rudal ini memiliki jangkauan 200 km, melaju hingga kecepatan 0,9 mach atau 1111 km/jam. Sistem pemandu dan kontrol RBS15 Mk3 mencakup sistem navigasi inersia dan GPS penerima, radar altimeter dan radar pencari target Ku-band. Rudal ini juga mempunyai ketahanan perang elektronik atau anti jamming. [saab.com]
Mengenal Rudal RBS15 Mk3, Penghancur Kapal Perang Musuh

Rudal RBS15 Mk3 kemudian dikembangkan menjadi varia RBS15 F ER, yang ditembakan dari pesawat tempur. Dua atau lebih rudal RBS15 Mk3 dapat diprogram mencapai sasaran secara bersamaan dari berbagai arah untuk menembus sistem pertahanan udara kapal perang musuh. Beberapa negara di luar Swedia dan Jerman, seperti Finlandia, dan Polandia, telah menggunakan RBS15 Mk3. [wikipedia.org]
  ★ Tempo  

Jumat, 19 Agustus 2016

[Dunia] Rusia Turunkan Rudal Balistik Antarbenua RS-24 Yars

Krimea BergejolakRS-24 Yars [topiktrend]○

Hubungan antara Rusia dengan sejumlah negara-negara NATO terus memburuk usai pengerahan pasukan besar-besaran di perbatasan Krimea. Seiring dengan memanasnya situasi di perbatasan, militer Rusia baru-baru ini dilaporkan menurunkan sebuah armada militer canggih RS-24 Yars dalam latihan militer untuk pertama kalinya.

RS-24 Yars akan diturunkan dalam sebuah latihan khusus yang melibatkan pasukan perlindungan radiologi, kimia dan biologi Rusia. Latihan tersebut saat ini tengah berlangsung di beberapa wilayah di Rusia. Penggunaan RS-24 adalah yang pertama kalinya terjadi.

“Selama latihan, unit Pasukan Misil Strategis dan Distrik Militer Barat akan mengevaluasi situasi radiologi, kimia dan biologi di fasilitas-fasilitas yang terkontaminasi, persenjataan dan perangkat keras militer secara nasional, termasuk peninjauan peluncur Yars, daerah dan orang-orang yang terkontaminasi,” ujar Kementerian Pertahanan Russia, sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (18/8/2016).

Peluncur Yars ICBM yang digunakan dalam latihan akan disediakan oleh divisi Teikovskaya di Rusia Tengah. ”Selama latihan, militer Rusia akan dilatih untuk menghadapi konsekuensi darurat nasional dan bencana,” tambah pernyataan tersebut.

RS-24 Yars adalah rudal balistik antarbenua termonuklir, yang dilengkapi dengan peralatan canggih. Menurut laporan media, rudal tersebut memiliki jangkauan operasional sekira 11.000 kilometer dan dapat membawa sampai 10 hulu ledak yang dapat ditargetkan secara terpisah.

Selain rudal RS-24 Yars, pasukan Rusia juga menggunakan roket berat Sun Scorch selama latihan. Sun Scorch sendiri diketahui dapat menyerang target dengan 24 rudal yang ditembakkan dan dilengkapi dengan peledak dari jarak sampai tujuh kilometer.

Latihan khusus pasukan radiologi, kimia dan perlindungan biologis Rusia telah dimulai pada 15 Agustus dan akan selesai pada Sabtu 20 Agustus. Mereka saat ini tengah melakukan latihan di sejumlah wilayah di Volgograd, Krimea dan Chechnya dengan melibatkan 900 prajurit dan 300 armada perang canggih.

  ★ okezone