Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Teror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teror. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2016

[RIP] Bom Bunuh Diri Hantam Kamp Militer Yaman

Puluhan Jiwa Tewas https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/08/29/44/1134924/bom-bunuh-diri-hantam-kamp-militer-yaman-11-tewas-5qB.jpgSetidaknya 11 orang tewas setelah seorang bomber meledakan diri di dekat sebuah kamp tentara Yaman yang berada di wilayah Aden (Istimewa)

Setidaknya 11 orang tewas setelah seorang bomber meledakan diri di dekat sebuah kamp tentara Yaman yang berada di wilayah Aden. Ini adalah serangan terbaru yang menargetkan basis tentara Yaman di kota pelabuhan tersebut.

Menurut seorang pejabat keamanan Yaman, seperti dilansir brecorder pada Senin (29/8), bomber tersebut mengendarai sebuah mobil yang sarat bahan peledak. Saat melintas di depan kamp tentara, bomber itu langsung meledakan diri.

"Penyerang memacu kendaraaanya di dekat kamp militer, saat terjadi pertemuan anggota baru tentara Yaman. Jumlah korban dipastikan akan terus bertambah, karena banyak mereka yang menderita luka-luka dalam kondisi kritis saat ini," kata pejabat itu yang berbicara dalam kondisi anonim.

Sementara itu, seorang pejabat kesehatan di Aden menuturkan, pihak rumah sakit di kota tersebut sejauh ini sudah menerima 15 jenazah korban ledakan bom tersebut. Selain itu, mereka juga merawat 11 orang lainnya yang menderita luka, baik sedang ataupun berat.

Yaman sendiri sampai saat ini masih terus dilanda perang saudara. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi masih terus melakukan serangan terhadap pemerontak Houthi, yang dibantu oleh miliisi Syiah. Perbincangan damai yang sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir sejauh ini belum memberikan dampak apapun untuk meredakan ketegangan di negara tersebut.

 Korban Tewas Bom di Yaman Meningkat Tiga Kali Lipat 
Korban Tewas Bom di Yaman Meningkat Tiga Kali LipatJumlah korban dikabarkan menembus angka 40 jiwa, atau meningkat tiga kali lipat. (Reuters)

Korban serangan bom bunuh diri yang menghantam kamp tentara Yaman di Aden dilaporkan terus meningkat. Jumlah korban dikabarkan menembus angka 40 jiwa, atau meningkat tiga kali lipat.

"Setidaknya 45 orang tewas dalam ledakan bom bunuh diri yang mengantan kamp tentara di kota pelabuhan Yaman, Aden," kata Medecins Sans Frontieres (MSF), seperti dilansir ITV pada Senin (29/8).

MSF, sebuah organisasi kedokteran yang bekerja di wilayah konflik itu juga mengatakan, setidaknya 60 orang luka-luka akibat serangan tersebut, baik mengalami luka ringan ataupun berat.

Sebelumnya diberitakan, menurut keterangan seorang pejabat keamanan Yaman, seorang pelaku bom bunuh mengendarai sebuah mobil yang sarat akan bahan peledak. Saat melintas di depan kamp tentara, bomber itu langsung meledakan diri.

"Penyerang memacu kendaraannya di dekat kamp militer, saat berlangsungnya pertemuan anggota baru tentara Yaman. Jumlah korban dipastikan akan terus bertambah, karena banyak dari mereka yang menderita luka-luka, saat ini berada dalam kondisi kritis," kata pejabat itu yang berbicara dalam kondisi anonim.

 ISIS Klaim Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri 
ISIS Klaim Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di YamanISIS mengklaim berada dibalik serangan bom bunuh diri yang menghantam kamp tentara di wilayah Aden, Yaman (Reuters)

ISIS mengklaim berada dibalik serangan bom bunuh diri yang menghantam kamp tentara di wilayah Aden, Yaman. Klaim tersebut disampaikan ISIS melalui media milik mereka, al-Amaq.

Dalam laporannya, al-Amaq menuturkan, serangan tersebut menargetkan anggota baru dari tentara Yaman di Aden. "Enam puluh anggota baru tentara Yaman tewas dalam serangan itu," bunyi laporan al-Amaq, seperti dilansir Reuters pada Senin (29/8).

Jumlah korban yang disebutkan al-Amaq lebih besar dibandingkan yang disebutkan oleh Medecins Sans Frontieres (MSF). Organisasi kedokteran yang bekerja di wilayah konflik itu juga mengatakan, 45 orang tewas akibat serangan itu.

"Setidaknya 45 orang tewas dalam ledakan bom bunuh diri yang menghantam kamp tentara di kota pelabuhan Yaman, Aden, dan setidaknya 60 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, baik mengalami luka ringan ataupun berat," kata MSF.

Yaman sendiri sampai saat ini masih terus dilanda perang saudara. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi masih terus melakukan serangan terhadap pemerontak Houthi, yang dibantu oleh milisi Syiah.

Perbincangan damai yang sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir sejauh ini belum memberikan dampak apapun untuk meredakan ketegangan di negara tersebut. Kondisi itu membuat organisasi teror seperti ISIS dan al-Qaeda tumbuh subur di Yaman.


  sindonews  

Minggu, 28 Agustus 2016

Dana Teroris ke Indonesia Paling Besar dari Australia

Bangsa Indonesia harus waspada terhadap paham terorisme karena teroris adalah sebagian dari proxy war yang ada di Indonesia. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu saat memberikan kuliah umum dihadapan 490 mahasiswa Pascasarjana Universitas Pertahanan di PMPP IPSC, Sentul, Bogor, pekan kemarin.

Banyak orang yang mengatakan bahwa terorisme yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia adalah karena faktor ketidakadilan, maka hal tersebut adalah bohong karena masalah terorisme sebenarnya berlatar belakang energi, ISIS sebagai contoh nyatanya,” ujar Gatot.

Mantan KSAD tersebut menyatakan, ISIS saat ini bukan lagi ISIS melainkan Islamic State, karena mereka para teroris ingin membuat satu negara menjadi negara Islam. Namun, sistem rekrutmennya dari seluruh negara.

Jadi ISIS sistem perekrutanya itu mencari hal-hal yang sensitif, di mana kesenjangan sosialnya dan tingkat ketidakadilan sangat tinggi serta sering terjadi pelecehan agama di negara tersebut, seperti Indonesia dan Prancis serta beberapa negara lainnya,” kata Gatot.

Dia juga menyinggung, banyak anak-anak Indonesia yang masih kecil, saat ini berada di Suriah. Mereka diberikan latihan menembak dan latihan militer lainnya untuk dididik menjadi pasukan ISIS.

Anak-anak tersebut dicuci otak untuk menjadi teroris bahkan mereka membakar raport sekolahnya dan apabila nantinya mereka terdesak di Suriah, maka sesuai doktrin para teroris tersebut akan kembali ke negara asalnya dan mengadakan perjuangan di wilayahnya masing-masing,” kata mantan panglima Kostrad itu.

Gatot menyampaikan beberapa hasil survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian, seperti, Wahid Foundation pada 2016 mengatakan, setidaknya 7,7 persen Muslim Indonesia bersedia berpartisipasi dengan teroris. Sebanyak 0,4 persen pernah berpartisipasi dengan teroris. Sedangkan Setara institute mengatakan, ada 35,7 persen siswa SMA Negeri di Jakarta dan Bandung intoleran pasif, sekitar 2,4 persen intolerar aktif, dan 0,3 persen berpotensi menjadi teroris.

Hasil survei yang sama juga disampaikan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta pada tahun 2011 bahwa, 26,7 persen mahasiswa Islam setuju jihad dengan kekerasan 68,4 persen tidak setuju. Sedangkan CSRC UIN Jakarta pada 2008-2009 mengeluarkan hasil survei, di mana 45 persen takmir masjid di Jakarta mewajibkan berdirinya Negara Islam dan 26 persen jihad melawan kaum non-Muslim, serta 32 persen wajib perjuangkan khilafah, sementara 14 persen wajib perangi pemerintah yang tidak melakukan syariah.

Dapat dibayangkan betapa perekrutan teroris sangat mudah dengan menggunakan media sosial dan teroris Indonesia memiliki dana yang cukup besar. Dana teroris yang masuk ke Indonesia paling besar dari Australia bukan negara Australia ya, tetapi dari wilayah Australia, Malaysia, Brunei dan Filipina, di mana teroris yang telah dilatih disiapkan untuk masuk ke Indonesia,” kata Gatot.

Dia menyampaikan, sumber dana teroris yang masuk ke Indonesia melalui yayasan-yayasan sangat besar. Namun disayangkan, elemen bangsa tidak dapat berbuat apa-apa, karena undang-undang masih mengatakan, terorisme adalah tindakan kriminal biasa.

Maka dari itu saya katakan alangkah bodohnya bangsa ini, kalau masih mendefinisikan teroris adalah kejahatan kriminal, kalau kejahatan kriminal berarti tindakannya berdasarkan hukum pidana, padahal itu sudah pembunuhan secara massal, membuat ketakutan berlebihan, merusak sendi-sendi kehidupan, bahkan merusak kedaulatan negara, itu adalah kejahatan negara, kita harus berani menyikapi hal itu,” ucap Gatot.

  Republika  

Kamis, 25 Agustus 2016

[Teror] Abu Sayyaf Penggal Seorang Warga Filipina

Nasib Sandera Lain Terancam http://assets.kompas.com/data/photo/2015/11/15/1801330ST-20151115-XISIS-1839406780x390.jpgKelompok Abu Sayyaf, Mahmud Ahmad, Muhammad Joraimee Awang Raimee dan Muamar Gadafi, berfoto dengan bendera ISIS

Eksremis Abu Sayyaf dilaporkan memenggal seorang sandera Filipina setelah hingga tenggat yang ditentukan terlewati tanpa uang tebusan bagi penyandera.

Pemenggalan itu merupakan yang pertama sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat Juni lalu, dan kasus ini jelas membuat Duterte akan meningkatkan serangan terhadap Abu Sayyaf.

Juru bicara militer wilayah Filipina selatan, MayorFilemon Tan, Kamis (25/8/2016), mengatakan, militan telah memenggal kepala Patrick James Aldovar, seorang warga desa di sana pada Rabu (24/8/2016).

Kepastian bahwa eksekusi itu telah dilakukan setelah ditemukan kepala korban tak jauh dari kota Indanan, Provinsi Sulu, Rabu siang.

Tan mengatakan, Aldovar diculik oleh kelompok Abu Sayyaf pada 16 Juli lalu di kota Jolo. Keluarga korban dimintai tebusan tetapi karena tidak mampu, mereka tak bisa memenuhinya.

Tak lama setelah mendapat laporan tentang kasus pemenggalan itu, Duterte memerintahkan militernya untuk segera bertindak.

Duterte juga mengatakan, "Hancurkan pengedar narkoba, hancurkan Abu Sayyaf”.

Kelompok pemberontak Abu Sayyaf telah dimasukkan dalam daftar organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Filipina karena aksi pengeboman, penculikan, dan pemenggalan.

Dengan pemenggalan terbaru itu, nasib sandera lainnya sedang terancam. Setidaknya dua dari tujuh WNI yang disandera Abu Sayyaf telah berhasil melarikan diri.

 Kelompok Abu Sayyaf Tak Menyerah Akan Dihabisi 

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Pemerintah Filipina belum berencana melakukan gencatan dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Menurut Ryamizard, militer Filipina bersama pasukan Moro National Liberation front (MNLF) pimpinan Nur Misuari terus melakukan serangan ke daerah-daerah yang diduga sebagai markas Abu Sayyaf.

"Tadi malam saya koordinasi dengan Menhan Filipina, belum dengar soal gencatan senjata. Mereka bersama dengan Moro terus menggempur Abu Sayyaf," ujar Ryamizard saat ditemui di silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).

Ryamizard menjelaskan, pascaserangan militer Filipina yang menyebabkan bebasnya dua sandera warga negara Indonesia, Presiden Duterte memang memberikan kesempatan kepada kelompok Abu Sayyaf.

Apabila kelompok Abu Sayyaf tidak menyerah, kata Ryamizard, Filipina akan terus melakukan serangan.

"Presiden Filipina bilang kalau tidak pada menyerah akan dihabisi. Duterte kasih kesempatan mereka menyerah. Mudah-mudahan dengan dorongan dan tekanan itu ada pengaruhnya," kata Ryamizard.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan permintaan Kemlu RI kepada pemerintah Filipina, terkait gencatan senjata dengan perompak, demi keselamatan para sandera warga negara Indonesia.

Intensitas operasi militer ini, kata Arrmanatha, dianggap berdampak terhadap keselamatan sandera, sehingga diajukanlah permintaan gencatan senjata tersebut.

Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal menyebut permintaan itu disampaikan langsung oleh Menlu RI Retno Marsudi kepada Menlu Filipina Perfecto Rivas Yasay.

"Empat hari lalu Menlu berkomunikasi dengan menlu Filipina, minta dilakukan gencatan senjata," ujar Iqbal melalui keterangan tertulis, Rabu (17/8/2016).

  Kompas  

Senin, 22 Agustus 2016

[Teror] Kelompok Bersenjata Tembak Mati Karyawan Proyek di Papua

Ilustrasi

Kelompok bersenjata menyerang kamp karyawan PT AS Jaya di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Senin (22/8). Akibat penyerangan tersebut satu karyawan, Simon (36), tewas di lokasi kejadian.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIT di Kampung Kome, Distrik Popome, Kabupaten Lanny Jaya.

Waterpauw mengatakan, insiden bermula saat lima karyawan tiba di tempat kerjanya. Pada saat yang hampir bersamaan, tiba-tiba muncul empat orang bersenjata menuju kendaraan para karyawan, yang di dalamnya turut serta Simon.

Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, kata Waterpauw, empat orang bersenjata itu berbicara dengan korban dan tiba-tiba terdengar suara tembakan. Tembakan itu belakangan diketahui mengenai bagian kepala sebelah kanan dan dada Simon.

"Korban tewas ditempat dan para pelaku kemudian pergi meninggalkan TKP," kata Waterpauw seperti diberitakan Antara.

Sekitar pukul 02.00 WIT, jasad Simon dievakuasi ke RSUD Tiom. Sementara keempat rekannya, yakni Tandidatu (25), Sumanraya (32), Muhammad Mukhtar (27) dan Suryanto, tidak mengalami cidera.

Dari keterangan para saksi diungkapkan para pelaku sebelum menembak korban sempat berkata "Anda-anda ini yang menyebabkan kami ditangkap dan ditahan".

"Korban (Simon) dicurigai sebagai aparat keamanan karena korban merupakan karyawan baru yang datang untuk memperbaiki peralatan milik perusahaan," kata Waterpauw.

Menurutnya, Simon memang baru tiba di Tiom untuk memperbaiki peralatan milik perusahaan yang sedang melaksanakan pembangunan jalan didaerah itu.

Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom secara terpisah mengatakan bahwa pelaku penembakan terhadap Simon adalah kelompok Tentara Pembesaan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) pimpinan Purom dan Enden Wenda.

"Setelah saya konfirmasi kepada masyarakat, pelakunya sudah dipastikan adalah Purom Wenda atau kelompok Purom bersama Enden Wenda," kata Befa.

Kedua pucuk pimpinan itu, kata dia, merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam aksi kekerasan, yang tidak sepantasnya terjadi.

"Mereka melakukan itu bersmaa dengan dua orang rekan yang turun di sana, ada banyak saksi mata," katanya.

Untuk itu, lanjut Befa, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara proses pembangunan jalan ke distrik tersebut dan akan dipindahkan ke lokasi lainnya.

"Kedepan pemerintah akan mengambil langkah-langkah tegas dengan meminta uang ganti rugi kepala kepada masyarakat yang terlibat melindungi dan memelihara kelompok bersenjata," katanya.

Warga di Distrik Balingga Barat, kata dia, merupakan pihak yang bertanggungjawab, karena sudah ada kesepakatan bahwa siapapun yang meninggal akibat kontak atau perilaku dari kelompok bersenjata, akan kena denda.

"Maka itu masyarakat di mana terjadi aksi kekerasan yang akan menanggung denda kepala sebesar Rp 1 miliar," katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, jasad Simon kini telah dibawa ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya melalui jalan darat. Besok pagi, Selasa (23/8), jenazah korban akan segera dievakuasi pada penerbangan pertama dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Sentani, Kabupaten Jayapura. (gil)

  ⚓️ CNN