Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2016

Seluruh Tugas KRI Bung Tomo Dilaksanakan Dengan Baik

Selama 11 bulan bergabung dalam MTF-UNIFILhttp://cdn-media.viva.id/thumbs2/2016/08/30/57c4b27592d92-personel-tni-dan-kri-bung-tomo-di-dermaga-beirut-lebanon_663_382.jpgPersonel TNI dan KRI Bung Tomo di Dermaga Beirut, Lebanon. (VIVA.co.id/Dispen Armatim)

Sebagai bagian dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), Maritime Task Force (MTF), mengemban misi utama melaksanakan patroli di Area of Maritime Operation (AMO) dalam rangka mencegah terjadinya penyelundupan senjata serta material lain dari dan menuju Lebanon melalui laut.

"Misi ini tentu saja tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh unsur-unsur kapal perang yang siap, prajurit yang profesional serta kerja sama yang baik," kata Chief of Staff MTF, Kolonel Laut (P) Agus Hariyadi, di Dermaga Beirut, Lebanon, melalui keterangan pers, Selasa, 30 Agustus 2016.

Selama 11 bulan bergabung dalam MTF-UNIFIL, seluruh prajurit KRI Bung Tomo di bawah kepemimpinan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, ST telah berhasil menyelesaikan semua tugas yang diemban dengan baik. Mulai dari tugas patroli di Area of Maritime Operation (AMO), latihan antarsesama unsur MTF, latihan dengan Angkatan Laut Lebanon, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

KRI Bung Tomo dengan 357 prajuritnya telah memberikan kontribusi nyata yang sangat besar bagi terciptanya keamanan di wilayah perairan Lebanon sekaligus telah mengharumkan nama PBB dan Indonesia.

Kesuksesan yang telah diraih, keteladanan dalam sikap, serta profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh prajurit KRI Bung Tomo - 357 telah membawa dampak positif bagi satuan-satuan lain yang tergabung dalam UNIFIL.

"Saya sangat percaya keikutsertaan kita dalam misi ini akan tetap dikenang oleh pasukan PBB dan rakyat Lebanon", kata Kolonel Laut (P) Agus Hariyadi.

 ♖ Vivanews  

Kamis, 25 Agustus 2016

Panglima TNI berangkatkan Satgas Konga ke Lebanon

Ilustrasi Kontingen Garuda

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melepas pemberangkatan Satgas Maritim Task Force TNI Konga XXVIII-I/United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) dan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic (Minusca Car) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Panglima TNI mengatakan, tugas TNI dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, diantaranya ikut menjaga perdamaian dunia.

"Penugasan ini merupakan tugas istimewa, karena dipercaya untuk menjadi Duta TNI, Bangsa dan Negara di Forum Internasional," katanya.

Panglima TNI menyampaikan bahwasanya apa yang dikerjakan oleh TNI menjadi cermin kualitas TNI dihadapan tentara negara lain, sekaligus menjadi ukuran bagi bangsa dan negara lain dalam memposisikan Indonesia dimata dunia.

"Junjung tinggi kehormatan dan kepercayaan dunia Internasional itu dengan prestasi, kinerja dan dedikasi yang tinggi," tegasnya.

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan kembali bahwa, dalam penugasan agar menghilangkan ego sektoral antara prajurit TNI dan tentara negara lain, namun prajurit diimbau agar memanfaatkan waktu penugasan untuk menambah wawasan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan memperkaya pengalaman.

Selama penugasannya di Afrika, sebanyak 200 prajurit TNI (178 TNI AD, 18 TNI AL dan 4 TNI AU) yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca dibawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko sebagai Dansatgas akan melaksanakan tugas diantaranya, membangun jalan dipedalaman hutan Afrika, dan kegiatan Cimic (Civilian Military Coordination).

Sementara itu, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-I/Unifil Lebanon yang berjumlah 107 personel (93 ABK dan 14 pendukung) dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Heri Tri Wibowo (Abituren AAL 1995) sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat Komandan KRI Jhon Lie 358 Satkor Armatim, akan bertugas diantaranya melaksanakan patroli di laut dan mengantisipasi adanya penyelundupan-penyelundupan yang masuk dari negara luar.

Sebelumnya, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto melaksanakan inspeksi gelar kesiapan kedua Pasukan Konga itu di Pusat Misi Pemeriharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul Bogor, Rabu.

Asops Panglima TNI saat melakukan inspeksi mengatakan bahwa reputasi dan prestasi TNI pada operasi pemeliharaan perdamaian dunia telah mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang tinggi.

"Indonesia saat ini telah mengirimkan peacekeepers, baik dalam bentuk Kontingen, Military Staff dan Military Observer ke-9 daerah misi berbeda dari 16 misi perdamaian yang tergelar di bawah bendera PBB," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asops Panglima TNI menekankan kepada seluruh prajurit Kontingen Garuda TNI agar menghindari pelanggaran atau perbuatan yang dapat mencoreng nama baik negara Indonesia, dan saling mengingatkan antara satu dengan yang lain.

"Pelanggaran akan berdampak bukan hanya kepada satu peacekeepers saja, namun juga akan hilangnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia pada umumnya dan TNI pada khususnya," tegasnya.

  ♞ Antara  

Sabtu, 20 Agustus 2016

Prajurit TNI Dapat Medali Kehormatan dari Presiden Afrika Tengah

http://images.detik.com/community/media/visual/2016/08/20/99374a40-f92c-41a4-ab03-84cc205211b0_169.jpg?w=780&q=90Dok. Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca di bawah pimpinan Letkol Czi Denden Sumarlin mendapat penghargaan dari Presiden Afrika Tengah Faustin Archange Touadera. Penghargaan ini diberikan tepat pada hari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71.

Prajurit Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca pada 17 Agustus 2016 lalu melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Lapangan Parade Garuda, Mpoko UN Super Camp. Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca Letkol Czi Denden Sumarlin dalam amanatnya menyampaikan kepada seluruh personel Satgas Garuda agar tetap menjaga semangat kemerdekaan RI di negeri orang.

"Melalui semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 yang diperingati di negeri orang, kali ini tidak menyurutkan semangat serta kinerja prajurit, bahkan akan terus memberikan yang terbaik kepada Minusca dan negara Afrika Tengah. Jaga kewibawaan dan nama baik Indonesia di dunia internasional," ujar Denden Sumarlin dalam keterangan pers dari Perwira Penerangan Konga XXXVII-B/Minusca, Mayor Marinir Daulat Situmorang kepada detikcom, Sabtu (20/8/2016).

Dalam kegiatan itu, prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca mendapat medali kehormatan dari Presiden Afrika Tengah Professeur Faustin Archange Touadera, yang diwakilkan oleh Army's General Inspector, Jenderal Dolle Waya.

Dok. Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca

Sebelum penyematan secara simbolis, terlebih dahulu dibacakan surat keputusan atau 'Decrete' Presiden Afrika Tengah. Medali yang diberi nama 'National De La Reconnaissance Centrafricaine' ini diberikan kepada seluruh personel Satgas Garuda, termasuk Military Staf dan Military Observer dari Indonesia yang sedang bertugas di Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic (Minusca).

Sementara itu, Jenderal Dolle dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia melalui Ketua Kontingen Indonesia di Minusca Kolonel Czi IGBN Tedja Eka Sukmaputra, atas partisipasi militer Indonesia dalam membantu kesulitan yang dialami oleh rakyat Afrika Tengah akibat konflik internal yang terjadi.

Selain itu, Letkol Czi Denden Sumarlin juga mendapat penghargaan medali dari Komandan Kontingen Nepal Force Military Police Letkol Pradan atas kerjasama serta prestasi Kontingen Indonesia di Minusca dengan zero misconduct.

Upacara tersebut dihadiri oleh para tamu undangan dari Minusca, para Komandan Satgas yang berada di Bangui dan perwakilan Menteri Pertahanan Republik Afrika Tengah. (jor/try)

 ♖ detik