Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2016

Yonif Raider 509 Kostrad Berlatih Operasikan Drone

Modernisasi Alutsista dan teknologi militer di tubuh TNI terus dilakukan dalam rangka mewujudkan TNI yang kuat dan professional, guna mendukung tugas pokoknya menjaga dan mempertahankan kedaulatan dan integritas atau keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu langkah yang diambil Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) dalam mendukung program percepatan modernisasi teknologi TNI adalah dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal di masyarakat sebagai Drone.

Drone yang dikembangkan Dittopad ini meliputi berbagai aplikasi dan kegunaan, mulai dari sebagai wahana pemotretan udara untuk pemetaan, wahana pengangkutan logistik sampai dengan sebagai alat untuk melaksanakan monitoring pasukan serta pengintaian daerah musuh (Survaillance).

Daerah pegunungan Jaya Wijaya yang diindikasikan sebagai basis Tentara Papua Merdeka (TPM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan lokasi yang sangat tepat untuk mengaplikasikan kemampuan Drone sebagai wahana Survaillance untuk melaksanakan pengintaian wilayah musuh.

Dengan pemanfaatan Drone di wilayah pengunungan seperti ini akan sangat membantu pasukan dalam melaksanakan kegiatan operasinya, selain menghemat tenaga pasukan karena lokasi musuh dapat ditemukan dengan pengintaian udara juga akan meminimalisir resiko kerugian personel, karena diharapkan melalui pengintaian awal yang dilaksanakan menggunakan Drone, pasukan yang akan bergerak ke wilayah musuh sudah dapat mengetahui dan memperkirakan bentuk medan yang akan dihadapi, sehingga dapat melakukan antisipasi-antisipasi yang diperlukan untuk memperlancar pergerakan pasukan.

Selain itu, kemampuan Drone yang dapat dipasangi segala macam jenis sensor, mulai dari kamera biasa hingga kamera infra red dengan sensor panas maupun mode night vision (penglihatan malam), membuat Drone dapat di operasikan di malam hari sekalipun, sehingga dapat menjaga status kerahasiaan pengintaian.

Dari fakta tersebut serta potensi yang dimiliki Drone, maka Dittopad membekalkan satu unit Drone kepada Satgas Pamrahwan Yonif Raider 509 Kostrad yang saat ini sedang melaksanakan penugasan di wilayah Puncak Jaya untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Selain membekali demgan Drone, Dittopad juga memperbantukan seorang anggotanya sebagai Perwira Topografi Satgas yaitu Lettu Ctp Yudhi Prayitno untuk mengawaki dan memberikan pelatihan kepada anggota Satgas yang disiapkan sebagai operator Drone. Dalam memberikan materi pelatihannya, Lettu Ctp Yudhi dibantu seorang Bintara anggota Topografi Kodam XVII/Cendrawasih, Sertu Edwin.

Menurut Lettu Ctp Yudhi, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada anggota yang dilatih dalam mengoperasionalkan Drone sebagai wahana pengintaian udara. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini antara lain teknik menerbangkan dan mengendalikan Drone, serta pengenalan terhadap komponen-komponen dari sebuah Drone.

Tidak hanya dibekali pengetahuan untuk menerbangkan sebuah Drone secara manual menggunakan Radio Control, namun anggota Satgas juga dibekali dengan materi teknik menerbangkan Drone secara Autonomus (Auto Pilot) dengan menggunakan system yang telah dikembangkan di Dittopad, sehingga prajurit dapat menerbangkan Drone secara otomatis mengikuti jalur terbang yang telah deprogram sebelumnya melalui komputer atau laptop. Selain teknik menerbangkan Drone, anggota Satgas juga dibekali dengan pengetahuan untuk mengatasi permasalahan atau kerusakan ringan pada Drone, seperti cara membongkar dan mengganti suku cadang.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada pasukan dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugasnya. Tidak hanya diaplikasikan di wilayah Puncak Jaya, teknologi Drone ini juga telah digunakan oleh Satgas Tinombala yang sekarang sedang bertugas di Poso. Dittopad akan terus mengembangkan kemampuan Drone yang dimilikinya sehingga ke depannya pemanfaatan Drone dalam operasi militer dapat dimaksimalkan. [PenKostrad]
 

  ☠ Kostrad  

Sabtu, 13 Agustus 2016

[Foto] Air to Ground Integration Exercise

Lengkapi Penutupan Latma Garuda Shield X/2016 http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-11.jpgPanglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM memimpin penutupan Latihan Bersama (Latma) Garuda Shield X 2016, di Puslatpur Asembagus, Situbondo, kemarin (12/8). Pada upacara penutupan itu, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad didampingi Hawaii Army Commander, Brigadier General Tamashiro.

Dalam amanatnya, Ganip Warsito mengatakan, latihan bersama ini selain merupakan wahana untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan serta profesionalisme prajurit, juga sebagai sarana untuk meningkatkan kerjasama dan jalinan persahabatan antar angkatan darat kedua negara.

Ganip menambahkan, meski kedua Angkatan Darat ini memiliki sejarah, tradisi dan doktrin yang berbeda, namun dengan dilandasi semangat persahabatan, latihan bersama seperti ini dapat dijadikan salah satu sarana yang tepat untuk membangun kerjasama.

Ditambahkan juga, latihan bersama ini sangat penting bagi peserta untuk memahami proses pengambilan keputusan, dan cara bertindak terbaik dalam pelaksanaan tugas, pada operasi pemulihan keamanan di bawah bendera PBB. Dia berharap, di masa mendatang latihan antara dua negara dapat terus ditingkatkan, sehingga secara konsisten akan terwujud Interoperabilitas yang sangat diperlukan untuk mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan yang menjadi perhatian kedua negara.

Selain itu, pada setiap kesempatan pelaksanaan latihan bersama, dapat menjadi wahana yang efektif untuk mewujudkan semangat persahabatan, persaudaraan dan saling menghormati di antara Angkatan Darat yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Latihan bersama yang digelar sejak 1 Agustus 2016 lalu, diikuti 481 personel militer gabungan Batalyon Raider Kostrad dan US Army. Kegiatan berjalan dengan baik dan sesuasi rencana. Hal itu menunjukkan bahwa setiap personel yang terlibat dalam latihan, baik pihak penyelenggara maupun pendukung, telah melakukan peranan dan fungsi tugasnya dengan baik.

Sementara itu Komandan US Army Wilayah Hawaii, Brigadier General Tamashiro, mengatakan, Indonesia mitra penting yang terus mengembangkan peranannya sebagai pemimpin kawasan regional, dan TNI senantiasa mendukung usaha-usaha pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia. Menurut dia, pelaku latihan Garuda Shield 10/2016 telah mendapatkan tambahan pengetahuan dalam pengendalian operasi perdamaian.

Sebelum dilaksanakannya upacara penutupan, kegiatan diawali demonstrasi Air to Ground Integration (kerja sama pasukan darat dan udara). Dalam skenario penyerangan itu, AD Indonesia mengerahkan 3 unit Panser Anoa dan 1 helikopter serang Mi-35, serta 3 helikopter serbu Bell-412 untuk membombardir wilayah lawan. Sementara untuk US Army mengerahkan 3 Panser Stryker dan 1 Helikopter Black Hawk.

Dalam rilis yang dikirim Pendivif 2 disebutkan, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI Cucu Somantri, Danpuspenerbad, Brigjen TNI Benny Susianto, Para Asisten Kaskostrad, Para Asisten Kasdivif 2 Kostrad, Para Komandan Satuan Jajaran Divif 2 Kostrad, serta Para pejabat US Army.

 Berikut foto Air to Ground Integration Exercise : 

http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-7.jpghttp://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-3-1.jpg
http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-2-1.jpg

 ♖ Malangvoice