Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label UAV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAV. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2016

[Foto] Phantom Eye

Drone Mata-mata Amerika Serikat

Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Boeing Phantom Eye merupakan unmanned aerial vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak masa depan. Keunikan drone ini adalah menggunakan sistem propulsi berbahan bakar hidrogen cair. Phantom Eye merupakan drone pertama berbahan bakar hidrogen cair. Sistem propulsi ini menjadi kunci dari peningkatan daya jelajah dan efisiensi. Bahan bakar ini membuat pesawat tidak terlalu banyak mengeluarkan limbah ke udara. [militaryfactory.com]
Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Drone Boeing Phantom Eye dikembangkan dan diproduksi oleh Boeing Phantom Works, Amerika Serikat. Boeing mendesain Phahtom Eye berdasarkan permintaan militer Amerika yang memerlukan drone khusus untuk perang di Afghanistan. Drone ini dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian. [nasa.gov]
Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Boeing Phantom Eye termasuk high altitude, long endurance (HALE), drone yang mampu terbang di atas 30.000 kaki atau 9.100 m dan terbang selama 24 jam atau lebih. Phantom Eye mampu terbang selama empat hari pada ketinggian 65.000 kaki atau 19.812 m. Drone buatan Boeing ini memiliki kecepatan maksimum 200 knots atau 370 km/jam dan kecepatan jelajah 150 knot atau 278 km/jam. [boeing.com]
Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Pengembangan Phantom Eye dimulai pada Maret 2010, setelah menjalani lima tahun pengembangan teknis. Drone dengan rentang sayap 150 kaki atau 46 m ini terbang perdana, pada Juni 2012. Uji coba ini untuk mengetahui penanganan awal dan kemampuan manuver. Uji coba terbang kedua dilakukan, pada Februari 2013. Uji coba kedua memperlihatkan kemampuan Phantom Eye yang tidak terdapat pada drone-drone yang sudah beroperasi. [boeing.com]
Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Drone Phantom Eye dapat dikontrol secara manual dari stasiun kontrol di darat (Ground Control Station/GCS) atau melalui modus otonom. Apabila ada gangguan dengan GCS, dapat digunakan sistem automatic launch and recovery (ALR), yang membantu pendaratan yang aman otomatis. Phantom Eye dilengkapi dengan EO (elektro-optik) dan sensor IR (inframerah untuk menangkap gambar, data real-time dan video. [boeing.com]
Mengenal Phantom Eye, Drone Mata-mata Amerika Serikat

Drone Phantom Eye merupakan pesawat intelejen, pengawasan, dan pengintaian, yang menggunakan dua mesin berbahan bakar hidrogen sehingga memiliki daya tahan lama, hingga empat hari. Phantom Eye dirancang untuk beroperasi di stratosfer di daerah tertentu dan mampu membawa muatan seberat UAV dapat membawa 204kg. [boeing.com]
  Tempo  

Selasa, 16 Agustus 2016

Yonif Raider 509 Kostrad Berlatih Operasikan Drone

Modernisasi Alutsista dan teknologi militer di tubuh TNI terus dilakukan dalam rangka mewujudkan TNI yang kuat dan professional, guna mendukung tugas pokoknya menjaga dan mempertahankan kedaulatan dan integritas atau keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu langkah yang diambil Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) dalam mendukung program percepatan modernisasi teknologi TNI adalah dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal di masyarakat sebagai Drone.

Drone yang dikembangkan Dittopad ini meliputi berbagai aplikasi dan kegunaan, mulai dari sebagai wahana pemotretan udara untuk pemetaan, wahana pengangkutan logistik sampai dengan sebagai alat untuk melaksanakan monitoring pasukan serta pengintaian daerah musuh (Survaillance).

Daerah pegunungan Jaya Wijaya yang diindikasikan sebagai basis Tentara Papua Merdeka (TPM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan lokasi yang sangat tepat untuk mengaplikasikan kemampuan Drone sebagai wahana Survaillance untuk melaksanakan pengintaian wilayah musuh.

Dengan pemanfaatan Drone di wilayah pengunungan seperti ini akan sangat membantu pasukan dalam melaksanakan kegiatan operasinya, selain menghemat tenaga pasukan karena lokasi musuh dapat ditemukan dengan pengintaian udara juga akan meminimalisir resiko kerugian personel, karena diharapkan melalui pengintaian awal yang dilaksanakan menggunakan Drone, pasukan yang akan bergerak ke wilayah musuh sudah dapat mengetahui dan memperkirakan bentuk medan yang akan dihadapi, sehingga dapat melakukan antisipasi-antisipasi yang diperlukan untuk memperlancar pergerakan pasukan.

Selain itu, kemampuan Drone yang dapat dipasangi segala macam jenis sensor, mulai dari kamera biasa hingga kamera infra red dengan sensor panas maupun mode night vision (penglihatan malam), membuat Drone dapat di operasikan di malam hari sekalipun, sehingga dapat menjaga status kerahasiaan pengintaian.

Dari fakta tersebut serta potensi yang dimiliki Drone, maka Dittopad membekalkan satu unit Drone kepada Satgas Pamrahwan Yonif Raider 509 Kostrad yang saat ini sedang melaksanakan penugasan di wilayah Puncak Jaya untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Selain membekali demgan Drone, Dittopad juga memperbantukan seorang anggotanya sebagai Perwira Topografi Satgas yaitu Lettu Ctp Yudhi Prayitno untuk mengawaki dan memberikan pelatihan kepada anggota Satgas yang disiapkan sebagai operator Drone. Dalam memberikan materi pelatihannya, Lettu Ctp Yudhi dibantu seorang Bintara anggota Topografi Kodam XVII/Cendrawasih, Sertu Edwin.

Menurut Lettu Ctp Yudhi, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada anggota yang dilatih dalam mengoperasionalkan Drone sebagai wahana pengintaian udara. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini antara lain teknik menerbangkan dan mengendalikan Drone, serta pengenalan terhadap komponen-komponen dari sebuah Drone.

Tidak hanya dibekali pengetahuan untuk menerbangkan sebuah Drone secara manual menggunakan Radio Control, namun anggota Satgas juga dibekali dengan materi teknik menerbangkan Drone secara Autonomus (Auto Pilot) dengan menggunakan system yang telah dikembangkan di Dittopad, sehingga prajurit dapat menerbangkan Drone secara otomatis mengikuti jalur terbang yang telah deprogram sebelumnya melalui komputer atau laptop. Selain teknik menerbangkan Drone, anggota Satgas juga dibekali dengan pengetahuan untuk mengatasi permasalahan atau kerusakan ringan pada Drone, seperti cara membongkar dan mengganti suku cadang.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada pasukan dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugasnya. Tidak hanya diaplikasikan di wilayah Puncak Jaya, teknologi Drone ini juga telah digunakan oleh Satgas Tinombala yang sekarang sedang bertugas di Poso. Dittopad akan terus mengembangkan kemampuan Drone yang dimilikinya sehingga ke depannya pemanfaatan Drone dalam operasi militer dapat dimaksimalkan. [PenKostrad]
 

  Kostrad  

Ongen Persembahkan Drone Bagi NKRI

Dapat DipersenjataiUjicoba Drone Ongen

Setelah berjibaku selama sekitar 3 tahun, Yulian Paonganan atau yang dikenal dengan Ongen bersama timnya lakukan riset pembuatan Pesawat Amphibi yang diberi nama OS-Wifanusa akhirnya membuahkan hasil.

OS-Wifanusa pesawat amphibi yang awalnya dirancang sebagai wahana transportasi alternatif di wilayah kepulauan telah berhasil mencapai satu tahapan spektakuler. OS-Wifanusa skala 1:3 dan 1:2 telah bermetamorfosis menjadi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) super canggih dan sudah kantongi sertifikat Kelaikan Udara Miiter dan Indonesian Militery Airworthiness Autority (IMAA) Kemhan RI bahkan sudah resmi dimiliki oleh Kementerian Pertahanan sebanyak 3 set yang berjumlah 6 unit PTTA tersebut.

"Kami masih menyelesaikan detail desain untuk merealisasikan OS-Wifanusa yang berpenumpang (berawak), karena proses pembuatan pesawat berawak banyak regulasi dan persyaratan yang tentu harus kami patuhi dan ini butuh waktu yang relatif lama" tutur Ongen.

"Untuk drone yang saat ini sudah kantongi sertifikat IMAA kami juga akan terus memantapkan lagi meski saat ini sudah dikategorikan sebagai drone canggih, jika perlu kita akan kengkapi dengan persenjataan" lanjut Ongen.

Sebelumnya diberitakan bahwa Drone OS-Wifanusa yang memiliki kemampuan amphibi ini ada dua type yaitu OS-Wifanusa SL-D70 (wingspan 4.2m) dan OS-Wifanusa SL-D28 (wingspan 6.4m) dengan Endurance 6-8 jam dan 8-10 jam. Mampu terbang autonomous dengan jangkauan telemetri mencapai 100 km dan membawa kamera canggih untuk surveillance dan pemetaan.

"Kami bertiga sebagai inventor dari pesawata ini, saya bersama Laksamana TNI Ade Supandi dan Oky Suanandi dibantu chief engineering Hisar Pasaribu dan sejumlah anak bangsa yang nasionalismenya tidak diragukan lagi, karya kami ini kami persembahkan untuk NKRI." tutup Ongen. (Anu)
 

  Harian Terbit