Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Kerjasama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

AirNav Indonesia Gandeng TNI AU

http://img.bisnis.com/posts/2014/09/01/254185/airnav.jpgAirNav Indonesia [bisnis] ☆

AirNav Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan TNI-AU, Selasa (30/8).

Kerja sama sipil-milter ini untuk mengoptimalkan penggunaan ruang udara dalam mendukung peningkatan konektivitas bandara, yang digunakan bersama sipil dan militer (Enclave).

"Perjanjian kerja sama ini dibuat dalam memperlancar kegiatan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan," ucap Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Yurlis Hasibuan dalam siaran persnya.

Adapun, pelayanan itu meliputi lalu lintas penerbangan, pelayanan telekomunikasi penerbangan.

Kemudian pelayanan informasi aeronoutika yang dilaksanakan kedua belah pihak untuk mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan di Indonesia.

Sementara itu, Panglima Komando TNI Angkatan Udara dalam sambutannya menyatakan untuk meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, diperlukan koordinasi yang harmonis untuk memperlancar kegiatan operasional di bandara.  (chi/jpnn)
 

  ☆ JPNN  

Senin, 29 Agustus 2016

Dua kapal perang Singapura bersandar di Jakarta

RSS Vengeance menembakan rudal Barak, termasuk dalam Victory class corvette. [wikimedia] ★

D
ua kapal perang Angkatan Laut Singapura bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

Kedatangan RSS Valiant FSGM-91 dengan komandan kapal LTC Alex Ang dan RSS Vigour FSGM-92 dengan komandan kapal LTC Wong Cing Tong dalam pelayaran muhibah ke Jakarta selama tiga hari itu disambut oleh Kepala Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Kafasharkan) Jakarta Kolonel Laut (T) Suhariyanto dalam suatu upacara kehormatan.

Kadispen Lantamal III, Mayor Laut (KH) Ign M Pundjung T, mengatakan, kunjungan dua Kapal Perang Angkatan Laut Singapura di bawah pimpinan Commander First Flotilla/Commanding Officer Missile Corvette Squadron Republik Of Singapura Navy, Colonel Ong Chee Wei bertujuan untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

"Ini juga mempererat kerja sama antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Singapura," kata Kadispen Lantamal III.

Hadir pada acara penyambutan kapal asing tersebut antara lain Asisten Personil (Aspers) Danlantamal III Kolonel Laut (P) Untung S, Asisten Operasi (Asops) Danlantamal III Letkol Laut (P) Teddie Bernard Hernawan, SE, dan Assistant Defence Attache Singapore LTC George Goh.

RSS Valiant dan RSS Vigour merupakan kapal perang kelas Victory jenis korvet dengan bobot 605 ton, panjang 62,4 meter, lebar 8,5 meter, draft 3,1 meter dan kecepatan maksimal 35 knot, serta dilengkapi dengan berbagai persenjataan dan peralatan lengkap.

Kedatangan dua Kapal Angkatan Laut Singapura yang dijadwalkan berada di Jakarta sampai tanggal 31 Agustus 2016 itu disambut dengan kesenian Tari Piring dari daerah Padang, Sumatera Barat.

Kegiatan yang telah direncanakan selama berada di Jakarta antara lain akan mengadakan kunjungan resmi kepada Pangarmabar dan Walikota Jakarta Utara serta acara Coctail Party di kapal.

  ♞ Antara  

Jumat, 26 Agustus 2016

Jepang Tawarkan Pesawat Amfibi Kepada Indonesia

Pesawat Amfibi Jepang ★

Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengadakan pertemuan dengan Dubes Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki. Dalam pertemuan tersebut, Yasuaki menawarkan pesawat amfibi untuk Indonesia.

Tawaran dari Dubes Jepang tersebut disambut baik oleh Wiranto. Apalagi Indonesia yang merupakan negara maritim, yang memiliki banyak pulau dan 2/3 wilayah Indonesia adalah laut.

"Tadi yang sangat menonjol adalah Jepang menawarkan pesawat amfibi. Ini memang cukup menarik, karena kita wilayah maritim, di mana pulau-pulau cukup banyak dan kita 2/3 laut dan pesawat amfibi ini multigunakan," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/8/2016).

Pesawat amfibi yang ditawarkan oleh Jepang juga sangat berguna bagi Indonesia saat ini. Karena Indonesia sedang menghadapi kebakaran hutan yang terus terjadi. Dengan adanya pesawat tersebut, diharapkan kebakaran hutan bisa dipadamkan secara cepat.

"Apalagi saat ini, tatkala kita menghadapi kebakaran hutan yang mengancam beberapa titik-titik kritis. Saya kira pesawat amfibi memang sangat bagus dimodifikasi jadi bagian dari upaya memadamkan api," ujar Wiranto.

"Dia (pesawat amfibi) mendarat di air, menyedot air, langsung naik semprotkan dan selesai," lanjutnya.

Selain itu, kedua negara juga mengharapkan adanya hubungan kerja sama yang terus meningkat di antara kedua negara. Salah satunya adalah kerja sama di bidang pertahanan.

"Kita sudah tanda tangan kesepakatan bersama terutama untuk membangun industri pertahanan, yang saya kira Jepang sangat maju juga," tutup Wiranto. (rvk/rvk)

  ★ detik  

Kamis, 25 Agustus 2016

Kapal Patroli Akan Dilengkapi Alat Pemetaan Potensi Migas

Menggandeng TNI dalam kerja sama melakukan pemetaan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia Ilustrasi kapal patroli TNI AL ★

Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan berencana untuk menggandeng TNI dalam kerja sama melakukan pemetaan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

"Tujuannya supaya ada basis data. Daripada Kementerian ESDM mengeluarkan kapal khusus, sekalian saja kapal TNI sambil patroli," ucap Luhut di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/8/2016) malam.

Nantinya, kata Luhut, kapal patroli TNI akan dilengkapi dengan peralatan dari Kementerian ESDM untuk memotret potensi migas dari wilayah yang dilalui kapal patroli tersebut.

"Nah, TNI mau kerja sama dengan ESDM. Sambil kapal lewat, nanti dilengkapi alat. Sehingga kapal TNI sambil berlayar bisa juga memotret potensi migas di perairan Indonesia," tutur Luhut.

Dia mengatakan, ide ini berasal dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja. Pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk pemetaan potensi migas ini dalam APBN tahun anggaran 2017.

Selain untuk pemetaan potensi migas, mantan Menko Polhukam itu juga berencana agar kapal patroli TNI sekaligus mendata pulau-pulau yang dilalui.

"Sekaligus menamai 4.000 pulau yang sekarang belum ada nama," kata Luhut.

  ♞ Kompas  

Sabtu, 20 Agustus 2016

BAE Systems Buka Peluang Transfer Teknologi Lebih Besar di Indonesia

Mock up Eurofighter Typhoon. [Peter Byrne/PA] ☆

Perusahaan bidang pertahanan, keamanan, dan ruang angkasa asal Inggris, BAE Systems, membuka peluang sebesar-besarnya bagi upaya kerja sama dan transfer teknologi dengan Indonesia. BAE Systems siap membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan kemampuan industri pertahanan stastegis dalam negeri dan berbagai sektor terkait lainnya.

Kepala Komunikasi BAE Systems Asia, Simon Astley, mengatakan hal tersebut saat berkunjung ke kantor redaksi Angkasa di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat siang (19/06/2016). Dalam kunjungan itu ia didampingi Diektur Regional BAE Systems Indonesia Michael Salkeld dan Pengembangan Bisnis Yunita Kresnawati.

Simon menjabarkan, sebagai sebuah negara yang besar dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan strategisnya. Produk-produk alutsista untuk TNI nantinya dapat dibuat di dalam negeri dan Indonesia tidak harus membelinya lagi dari luar. “Tentu untuk tahap awal harus ada kerja sama terlebih dahulu dimana di dalamnya ada proses transfer teknologi dari negara pembuat alutsista,” jelas Simon Astley.

Kerja sama industri strategis yang menumbuhkan industri lokal, lanjutnya, mampu meningkatkan pendapatan negara dengan nilai yang cukup besar. Ia mencontohkan, kemitraan BAE Systems dengan Arab Saudi memberikan kontribusi 9,3 miliar riyal pada tahun 2014. “Setiap 10 pekerjaan baru yang dibuat oleh BAE Systems bersama partner di Arab Saudi, mendukung 46 pekerjaan lainnya,” jabar Astley.

Indonesia sendiri, di mata Bagi BAE Systems, bukanlah teman baru. Kerja sama pihak pabrikan dengan Indonesia sudah terjalin sejak lama, misalnya sejak TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat tempur Hawk Mk.53 maupun Hawk 100/200 era 1980 dan 1990-an. Kemudian TNI Angkatan Laut sejak 2014 mengoperasikan tiga kapal fregat ringan multiperan (MRLF) KRI Bung Tomo -class buatan BAE System Maritime – Naval Ships.

Helmet mounted display (HMD) Striker II (BAE Systems)

Michael Salked memaparkan, dengan PT Dirgantara Indonesia BAE Systems terlibat dalam beberapa proyek sebagai subkontraktor perusahaan Airbus. “Kami tidak mengerjakan pembuatan rangka pesawat, tapi lebih kepada bidang avionika maupun sistem pendukung pesawat,” ujarnya. Reputasi BAE Systems di dunia terbilang bagus dan terpercaya, oleh karenanya perusahaan ini juga memenangkan tender peningkatan kemampuan (upgrade) pesawat tempur F-16 Fighting Falcon buatan Lockheed Martin di sejumlah negara pemakai.

Dalam hal kaitan dengan pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang ditawarkan kepada Indonesia, BAE Systems terlibat misalnya dalam pembuatan helmet mounted display (HMD) Striker II. Helm digital ini sangat medukung kerja pilot mulai dari sisi kenyamanan pemakaian hingga fungsi penggunaannya dalam pertempuran. “Kami termasuk menawarkan transfer teknologi HMD ini kepada Indonesia bila Indonesia membeli Typhoon,” ungkapnya.

Proyek lain yang dikerjakan oleh BAE Systems di Indonesia meliputi kerja sama dengan PT Pindad dalam hal pembuatan perangkat lunak dan perangkat keras untuk Divisi Keamanan Siber (Cyber Security Division). Demikian juga kerja sama lain dengan PT LEN, PT PAL, dan lainnya.

BAE Systems di seluruh dunia memiliki karyawan sebanyak 83.400 orang. Pasar utama BAE Systems (International) Limited yang merupakan gabungan perusahaan-perusahaan besar terdahulu, saat ini tedapat di Inggris, Amerika, Australia, India, dan Arab Saudi. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi target pasar terkininya. BAE Systems Asia berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia dengan ditopang oleh 350 staf.

“Kami akan hadir nanti dalam penyelenggaraan Indo Defence 2016 bulan November di Jakarta. BAE Systems terbuka untuk melakukan kerja sama. Kami juga akan tampilkan produk-produk yang kami tawarkan,” tutup Astley.
 

  ☆ Angkasa  

Senin, 15 Agustus 2016

India Berharap Kerjasama Keamanan dengan Indonesia Terus Berkembang

Duta Besar India untuk Indonesia, Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya melemparkan pujian kepada pahlawan India dan juga Indonesia. (Victor Maulana/SINDOnews) ☆

Pemerintah India berharap, kerjasama dengan Indonesia, khususnya terkait dengan masalah keamanan akan terus berkembang setiap waktunya. Harapan itu disampaikan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya.

Berbicara saat menyampaikan sambutan di perayaan hari kemerdekaan India ke-69 di Jakarta pada Senin (15/8), Nengcha menuturkan, kerjasama antara Indonesia dan India dalam berbagai bidang sudah sangat baik. Namun, dia berharap kerjasama yang baik ini akan terus berkembang demi kebaikan bersama.

"Saya berharap kerjasama India dan Indonesia pada tahun-tahun yang akan datang semakin berkembang, terutama dalam menjaga perdamaian dunia, serta melawan radikalisme dan terorisme. Selain itu, saya juga berharap kerjasama ekonomi dan perdagangan dapat terus terjalin," ucap Nengcha.

Di kesempatan yang sama, Nengcha juga menuturkan, Indonesia dan India adalah dua negara yang berani bermimpi, dan berjuang keras untuk meraih mimpi-mimpi tersebut. Ini, lanjut Nengcha sesuai dengan semangat yang ditujukan oleh para pahlawan kedua negara.

Di akhir sambutannya, Nengcha mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan RI ke-71. Ia berharap kedua negara dapat terus bekerjasama untuk mencapai tujuan internasional dan menjamin kestabilan secara nasional.

 Puji Perjuangan Pahlawan Indonesia

Duta Besar India untuk Indonesia, Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya melemparkan pujian kepada pahlawan India dan juga Indonesia. Pujian itu disampaikan saat dirinya menyampaikan sambutan di perayaan hari kemerdekaan India ke-69 di Jakarta pada Senin (15/8).

Hari kemerdekaan Indonesia dan India berselisih hanya satu hari. India merayakan kemerdekaan mereka pada tanggal 16 Agustus, sedangkan Indonesia merayakan hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus.

"Fakta bahwa hari kemerdekaan Indonesia dan India yang saling berdekatan menjadi bukti bahwa adanya persahabatan dan kolaborasi kedua pemimpin untuk mencapai kemerdekaan. Pejuang kemerdekaan Indonesia seperti Soekarno dan dari India yaitu Jawaharlal Nehru, adalah orang yang sangat berjasa bagi negara kita," kata Nengcha.

Dia menambahkan, masa depan yang kita rasakan saat ini dan nanti, tak lepas dari peran pejuang kemerdekaan itu. Ia juga menegaskan, kemerdekaan yang diraih oleh para pahlawan tidak hanya berkontribusi pada kemerdekaan negara India atau hanya Indonesia semata, tetapi juga pada perdamaian global.

Salah satu contoh yang dia sampaikan adalah digelarnya Konferensi Bandung, atau yang lebih dikenal dengan Konfrensi Asia-Afrika (KAA). KAA telah memantik semangat negara-negara Afrika dan Asia untuk meraih kemederakaan mereka. Hasilnya, hanya tinggal satu negara anggota KAA yang belum merdeka saat ini, yakni Palestina.

Perayaan hari kemenderkaan India sendiri pertama kali dilakukan oleh Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Jakarta. Nengcha mengaku selama ini Kedubes India hanya merayakan hari terbentuknya Konstitusi India, yang dirayakan pada bulan Januari. (esn)
 

  ☠ sindonews