Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Batalyon Kaveleri 12/ BC Perkuat Kodam XII Tanjungpura

Tank AMX 13 X2 retrofit Pindad (Pindad) ☆

Kodam XII Tanjungpura kini telah diperkuat dengan Batalyon Kaveleri (Yonkav) 12/ Beruang Cakti yang merupakan pengembangan dari Detasemen Kaveleri (Denkav) yang sebelumnya setingkat Kompi.

Panglima Kodam (Pangdam) XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Andika Perkasa, seusai meresmikan Yonkav 12/BC di Dusun Karya Bhakti, Desa Peniti Luar, Kabupaten Mempawah, Selasa (30/08/2016) menjelaskan, dengan dinaikkannya dari Denkav menjadi Yonkav ini personilnya seharusnya bertambah menjadi 431 prajurit.

“Tentu saja dalam pemenuhannya, pasti akan bertahap, tetapi sekarang sebagian besar sudah berada di tempat. Begitu pula untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista), terutama kendaraan tempur (ranpur) telah diperkuat dengan tank AMX-13 buatan Perancis," ujar Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menjelaskan, aset-aset yang dimiliki oleh Kaveleri bukan hanya tank AMX, tetapi minimal tank AMX-13 dan nanti suatu saat diharapkan tank Leopard dicoba, karena ini medan yang memang yang dimiliki Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang memang tanpa berlatih tidak akan kenal kondisi geografis.

“Minimal membiasakan para prajurit kita dapat mengoperasikan tank-tank ini di medan yang memang dimiliki Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat," harapnya.

Ke-18 ranpur jenis AMX-13 yang dimiliki Yonkav 12/BC sekarang terdiri dari 3 Canon, 9 APC, Ambulance dan Tank Recovery. Menyinggung kaitannya dengan wilayah Perbatasan, Pangdam menyatakan dimanapun prajurit bertugas harus siap dan sekarang ini sudah tidak ada lagi daerah depan maupun daerah belakang dalam istilah di perbatasan, karena zamannya sudah pakai rudal.

Senada hal itu diungkapkan Komandan Pusat Kesenjataan Kaveleri (Danpussenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Anang Dwitono yang menyatakan sebenarnya hampir seluruh Indonesia semuanya menggunakan AMX. Artinya sebagian besar kekuatan Kaveleri diperkuat dengan ranpur tank jenis AMX, termasuk Batalyon yang baru ini.

“Untuk kedepan kemungkinan akan ada penambahan jenis-jenis ranpur Tank baru sesuai dengan grand strategi TNI Angkatan Darat," tegas Anang.

Menyinggung tentang pengembangan Yonkav di wilayah Kodam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Anang Dwitono menyatakan sependapat dengan Pangdam, karena memang sekarang ini sudah tidak ada lagi istilah belakang maupun depan di perbatasan.

“Intinya semua peralatan yang dimiliki Kavaleri dapat dimanfaatkan untuk dapat berlatih dimana saja dengan menggunakan ranpur-ranpur yang ada dan harus profesional dimanapun berada," pungkasnya.
 

  ☆ RRI  

Senin, 29 Agustus 2016

[Foto] M113 A1 Pesanan TNI AD

Batch ketiga ranpur M113 A1Pada Tanggal 29 Agustus telah tiba puluhan alutsista pesanan TNI. Salah satu jenis yang datang dipastikan kendaraan pengangkut pasukan M113 A1.

Menurut informasi yang beredar, sebanyak 40 unit ranpur M113 A1 tiba diangkut kapal kargo 'Hoegh' bersamaan dengan ranpur lainnya pesanan TNI AD.

Foto dibawah ini diposkan anas_nurhafidz & priv4t33r :


IMG-20160829-WA0058.jpg

IMG-20160829-WA0051.jpg

IMG-20160829-WA0049.jpg


Ranpur M113 A1 keluar dari kapal kargo 'Hoegh' satu persatu.

kiriman4.jpg

Nampak ranpur M113 A1 APC berbaris rapi sejajar siap di pindahkan ke Bengpuspal TNI AD di Bandung. Tebak tebakan buah kedongdong, ranpur ini sama seperti pengiriman yang lalu, dari Belgia. Bila benar adanya sudah sekitar 90 unit lebih diterima TNI AD.

[​IMG]

[​IMG]

M113 A1 telah siap dipindahkan untuk pengecekkan, sebelum di salurkan ke Yonmek TNI AD. Berita lalu, menginformasikan sekitar 22 unit tambahan M113 A1 akan memenuhi gudang alutsista Yonmek 412. Dan sisanya kemungkinan akan memenuhi Yonmek 411 TNI AD.
 ♖ Garuda Militer  

[Foto] Mi17 Penerbad

Setelah selesai menjalani perbaikan di Vietnam. Foto helikopter TNI AD, Mi17 Penerbad. Nampak dalam foto 2 unit telah selesai menjalani perbaikan di Vietnam. Foto dibawah diposkan anas_nurhafidz@def.pk.

IMG-20160829-WA0021.jpg
IMG-20160829-WA0022.jpg
IMG-20160829-WA0020.jpg
IMG-20160829-WA0024.jpg

  ♞ Garuda Militer  

[Foto] Mainan TNI AD Telah Tiba

Alutsista pesanan TNI AD tiba di Jakarta Dari formil kaskus beredar Foto kedatangan beberapa kendaraan tempur pesanan TNI AD. Foto dipersembahkan 14aste@kaskus.

1.jpg

Kapal kargo pengangkut alutsista TNI AD telah tiba di Jakarta. [14aste]
4.jpg5.jpg

Sebanyak 16 unit MBT Leopard 2RI batch kedua telah tiba di Jakarta. [14aste]
3.jpg
2.jpg

2 unit ARV 3 RI juga turut dikirim ke Indonesia. [14aste]
1.jpg

40 unit M113 A1 menambah alutsista Yonmek TNI AD. [14aste]
kiriman2.jpg
kiriman3.jpg

Kendaraan tempur pesanan TNI AD berdatangan di Jakarta tanggal 29 Agustus. [14aste]
  ♞ Garuda Militer  

Minggu, 28 Agustus 2016

Pangdam Akan Resmikan Yonkav 12/BC

Di Peniti Ilustrasi rantis dan ranpur produk PT Pindad ★

K
omando Daerah Militer (Kodam) XII Tanjungpura akan resmikan kenaikan tingkat Detasemen Kavaleri-2/Beruang Cakti menjadi Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti Kodam XII/Tpr.

Peresmian kenaikan tingkat Yonkav 12 /Beruang Cakti rencananya akan di pimpin langsung oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Andhika Perkasa bersama Komandan Pussenkav Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Anang Dwitono, SE.MM.

Rencananya peresmian Yonkav 12/Beruang Cakti akan dilaksanakan di markas batalyon yang baru yang berada di Desa Peniti Luar, Kecamatan Siantang Kabupaten Mempawah pada Selasa (30/8/2016) mendatang.

Komandan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 12/Beruang Cakti, Mayor Kav Jami’an menuturkan persiapan peresmian kenaikannya tingkat dari Detasemen menjadi Batalyon Kavaleri sudah hampir 100 persen tinggal pelaksanaan.

“Diresmikannya Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti yang berkedudukan di Desa Peniti Kabupaten Mempawah nanti adalah untuk memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah NKRI, terutama untuk wilayah di Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat," ujarnya.

Dikatakannya lagi, kebutuhan TNI AD khususnya Batalyon tank Kavaleri dibawah kendali Kodam XII/Tpr sebagai Satuan Bantuan Tempur yang bertujuan menjaga pertahanan dan keamanan wilayah NKRI mengingat wilayah Kalbar merupakan wilayah perbatasan‎.

Lanjutnya, Dengan demikian nantinya jumlah personil juga ditambah menjadi jumlah personil Batalyon, tak hanya itu penambahan perlengkapan alutsista yang dimiliki baik panser maupun tank, termasuk juga fasilitas baik perumahan asrama, barak dan lain-lain.

Kepala Dusun Karya Bhakti, Desa Peniti Luar, Kec Siantan, M. Nur Mahmud menuturkan keberadaan Yonkav 12/BC di dusunnya merupakan suatu kebanggaan tersendiri dusun yang di pimpinnya.

"Kami beserta warga mendukung seratus persen akan diresmikannya Yonkav 12/BC yang berada di dusun Karya Bhakti Desa Peniti Luar," katanya.

  ♞ Tribunnews  

Jumat, 26 Agustus 2016

Brigif 19/Khatulistiwa Siapkan Prajurit Latma dengan TDRM

http://img.antaranews.com/new/2016/08/ori/20160826antarafoto-patroli-patok-indonesia-malaysia-nunukan-260816-mrus-4.jpgPatroli Patok Bersama Indonesia - Malaysia, Prajurit TNI AD Yonif 614/Raja Pandhita berfoto bersama Tentara Diraja Malaysia usai upacara penutupan patroli patok terkoordinasi di Pos Perbatasan Gabungan Bersama RI-Malaysia Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (26/8/2016). Patroli patok terkoordinasi TNI AD-TDRM berlangsung 19-26 Agustus 2016 dengan jarak tempuh 24 km untuk mengecek 177 patok perbataan. (ANTARA FOTO/M Rusman) ☆

K
omandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 19/Khatulistiwa Letnan Kolonel Inf Ibnu Jawardi menyiapkan Pasukan Satuan setingkat Kompi yang akan melaksanakan Latihan bersama TNI Angkatan Darat dengan Tentara Diraja Malaysia.

"Sebagai tim penyelenggara latihan dan pendukung latihan diambil dari Satuan Badan pelaksana Kodam yang menyiapkan tidak hanya mempersiapkan Personel, namun juga materiil, seperti kendaraan dan dukungan-dukungan lainnya demi kelancaran latihan bersama ini," kata Ibnu, Jumat.

Dia menjelaskan, untuk pasukan setingkat kompi itu yang disiapkan berasal dari batalyon-batalyon infanteri yang ada di Kalimantan Barat, mereka diambil sesuai kemampuannya dan digabung dalam satu induk pasukan.

"Pasukan ini dipersiapkan di Batalyon 642/Kps ini bersama dengan pendukung dan tim penyelenggara," tuturnya.

Ibnu juga menjelaskan sebelum di berangkatkan pasukan akan melewati tahap pemeriksaan diantaranya pemeriksaan kesehatan, personel, materil dan pelatihan khusus yang akan di berikan sebagai bekal mereka saat latihan bersama.

Nantinya pasukan itu akan diberangkatkan menuju Kuching, Malaysia untuk melaksanakan Latihan bersama yang sudah rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud terjalinnya hubungan militer yang baik dengan negara tetangga khususnya Malaysia yang langsung berbatasan dengan Kalimantan.

"Untuk tahun 2016 ini Malaysia mendapat giliran menjadi tuan rumah latihan bersama ini," katanya. (KR-RDO/A029)

  ★ Antara  

Kamis, 25 Agustus 2016

Skadron Helikopter 13 Akhirnya Diresmikan

Nantinya Akan Diperkuat dengan 32 Helikopter TNI menggelar 1 unit helikopeter Bell 412, Mi 17 dan pesawat Cassa 21 dalam acara peresmian operasional Skadron Helikopter di Tanjung Redeb, Berau, Kamis (25/8/2016). ★

Setelah dibangun sejak 2014 lalu, Skadron Helikopter 13 akhirnya diresmikan Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing, Kamis (25/8/2016).

Peresmian operasional Skadron Helikopter ini juga dihadiri jajaran TNI mulai dari Korem Aji Suryanatakesuma, Kodim Tanjung Redeb, Yon Armed, Kapolres Berau, Bupati dan Wakil Bupati Berau bersama jajarannya.

Dalam upacara peresmian tersebut, TNI juga menggelar 1 unit helikopeter Bell 412, Mi 17 dan pesawat Cassa 21.

Ditemui usai meresmikan Skadron Helikopter 13, Mayjen TNI Johny L Tobing mengatakan pembentukan satuan Skadron Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Pus Penerbad) ini merupakan bagian strategis Angkatan Darat sejak tahun 2010 sampai 2019.

“Jadi (pembentukan Skadron) ini telah melalui berbagai kajian yang matang, kami bentuk Skadron untuk menambah kekuatan militer untuk tujuan perang maupun mendukung operasi TNI lainnya, terutama di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Terpisah, Komandan Skadron Helikopeter 13, Letkol Slamet Riyadi mengatakan, untuk sementara ini hanya ada satu unit helikopter Bell 412 untuk mendukung logistik di Skadron 13.

Secara umum, satu skadron memiliki 32 unit helikopter dan akan dipenuhi secara bertahap.

“Penambahan helikopter ini akan dilakukan secara bertahap, tahun 2017 nanti juga akan ada pengadaan baru, jumlahnya juga masih belum diketahui, tergantung situasi karena Panglima TNI yang akan menentukan berapa kekuatan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Rencananya, ada tiga jenis helikopter yang beroperasi di skadron ini, diantaranya Bell 412, Fennec dan Bolco.

 Tunggu Perintah Panglima TNI 
IMG-20160824-WA0015.jpgPerakitan helikopter Fennec TNI AD [anas_nurhafidz@def.pk]

Hingga kini kasus penyanderaan Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat Cahrles 00 yang disandera oleh kelompok Abu Sayaff di Filipina masih belum ada titik temu. Sementara pihak keluarga korban masih harap-harap cemas.

Untuk mengantisipasi kasus-kasus penyanderaan itu terulang kembali, TNI pun memperkuat postur pertahanan, terutama di wilayah-wilayah perbatasan. Termasuk Kabupaten Berau yang berbatasan perairan dengan Malaysia dan Filipina.

Salah satu upaya memperkuat pertahanan di perbatasan adalah dengan menempatkan skuadron helikopter di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.

TNI rencananya akan menepatkan beberapa unit helikopter tempur untuk mengamankan wilayah dan warga negaranya.

Meski begitu, Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen Johny L Tobing, mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah dari Panglima TNI untuk melakukan kegiatan patroli dan upaya pembebasan sandera di wilayah perbatasan melalui udara.

“Operasi penyanderaan bukan tugas saya, itu merupakan kewenangan Panglima TNI. Kalau diperintahkan, saya siap melaksanakan. Tapi sampai saat ini saya belum diperintahkan untuk melakukan pembebasan sandera, termasuk untuk kegiatan patroli gabungan,” tegasnya, Kamis (25/8/2016). (*)

  ♞ Tribunnews  

36 Tank Bermarkas di Yonif Infantri Mekanik 412 Purworejo

Kendaraan APC M113 Yonif Mek 412 Purworejo [pr1v4t33r@def.pk] ★

Guna mendukung kemajuan peralatan tempur bagi TNI, utamanya angkatan darat (AD), pemerintah menambah sarana peralatan tempur berupa kendaraan tempur (ranpur) tank sebanyak 36 unit kepada Bataliyon Yonif Infantri Mekani 412 Purworejo. Ke-36 unit ranpur tank berjenis APC M 113 A1-BE buatan Amerika itu tiba di Bataliyon Yonif Infantri Mekanik 412, menggunakan kendaraan truk pada Senin (22/08) malam. Adapun penyerahan penyuplai dilakukan pada Selasa (23/08/2016) siang.

"Sesuai perintah kasad Nomor sprin/1906/vi/2016 tanggal 20 Juni 2016 tentang perintah mengeluarkan atau mendistribusikan raanpur tank APC M 113 A1 -BE sebanyak 50 unit dan cover tank sebanyak 55 set, maka hari ini kita serahkan ranpur tank itu kepada Bataliyon Yonif Infantri Mekanik," tutur Krisnawati, penyuplai saat ditemui, Selasa (23/08/2016).

Disampaikan, nominal ranpur tank itu per buah dihargai Rp 2,7 miliar dan dari 50 ranpur tank, dianggarkan total Rp 137,400 miliar. Sedangkan cover tank per unit dihargai satuan Rp 1,8 juta, dan anggaran untuk 55 cover berjumlah total Rp 104,1 juta.

"Guna ran organik dibawah rawatan Poldam IV/DIP, dengan rincian untuk Bataliyon Yonif Mekanis 441/k/p berjumlah 14 unit, cover tank berjumlah 19 set, sedangkan untuk Yonif mekanis 412/k/bes berjumlah 36 unit, dan cover tank berjumlah 36 set. Masing-masing kendaraan dilengkapin copula 12,7 mm, pioner set, tool kit, buku manual operasional dan har, APK, pelampung 13 buah dab P3K," jelasnya.

Dikatakan, untuk tiap unit ranpur tank memiliki daya angkut 10-13, dengan posisi siap tempur. "Sebenarnya untuk Yonif Mekanik sendiri sudah diberikan 92 unit, dibagi sementara untuk Bataliyon Yonif 411 dan 412 Mekanis," katanya.

Diungkapkan, ranpur tank itu merupakan buatan awal dari Amerika setelah itu diretrofit di Belgia. "Kalau di Belgia itu lavelnya A1, kalau di Amerika levelnya A2 maka ranpur tank ini berkode M113 itu di Amerika," ungkapnya.

Sebagai penyuplai senjata TNI, pihaknya berharap infrantri bisa lebih maju. "Kita rencana akan menyuplai lagi, nanti pada tahun 2017 sekitar 22 unit, target satu Bataliyon memiliki 52 unit, tergantung dari kebutuhan angkatan darat," ujarnya.

  ♞ sorotpurworejo  

Rabu, 24 Agustus 2016

TNI AD Kembangkan Cat Antiradar

Dari Ban Bekas https://img.okezone.com/content/2016/08/24/337/1472066/tni-ad-kembangkan-cat-antiradar-dari-ban-bekas-bINq1fIkbU.jpgKasie Ops. Korem 044 Palembang Letkol Wahyu saat tunjukkan cat antiradar. (okezone)

Barang bekas sering kali dianggap sebagai benda tak berharga. Namun, pandangan tersebut berubah sejak Kolonel Punto bertugas di Korem 044 Palembang, Sumatera Selatan, pada Mei 2016.

Dengan sebuah teknik khusus, ia menyulap ban bekas menjadi bahan cat antiradar. Meski masih dalam tahap uji coba, saat ini penemuan tersebut bakal terus dikembangkan.

“Ide dari Komandan Korem Kolonel Punto. Diambil dari ban bekas, dibuang kawat-kawatnya. Lalu kita proses,” ujar Letkol Wahyu, kasi ops Korem 044 Palembang, saat memaparkan penemuan itu di Rakornis TMMD, di Balai Samudera, Jakarta Utara, Rabu (24/8/2016).

Wahyu memaparkan, karena dari ban bekas, serbuk cat antiradar itu pun berwarna hitam. Ia optimis jika sebuah bangunan atau kapal diolesi benda tersebut, maka radar musuh tidak akan bisa mendeteksi.

“Bangunan kita cat pakai (serbuk) itu tidak terdeteksi. Kapal juga,” imbuhnya.

Sebelum diperkenalkan ke KSAD yang membuka Rakornis TMMD hari ini, Wahyu mengaku telah menguji temuan cat anti radar tersebut. Kala itu sebuah bangunan diolesi dan dicoba dideteksi dengan sebuah sinyal sonar. Namun, reaksinya justru menolak sinyal.

“Ini menolak sinyal. Baru kita uji pakai sinyal kita, pakai radar sonar,” tandasnya.

  ✈ Okezone  

Senin, 22 Agustus 2016

Yonbekang 4/Air TNI AD Terima Kapal ADRI


Kapal ADRI L (50) (TNI AD)

Batalyon Pembekalan Angkutan atau Yonbekang 4/Air TNI Angkatan Darat menerima 1 unit kapal ADRI L ukuran 1200 DWT.

Penyerahan kapal tersebut dilaksanakan oleh Dirbekangad Brigjen TNI Taat Agus Budianto kepada Danyonbekang 4/Air Letkol Cba Atjep Miharja Soma S.I.P.

Menurut Danyonbekang 4/Air Letkol Cba Atjep Miharja Soma, kapal buatan tahun 2013 dengan jenis Landing Cralt Utility (LCU) 1200 dengan panjang 79.50 meter dioperasikan untuk mendukung tugas pokok TNI AD di pangkalan Yonbekang-4/Air Tanjung Priok.

Kapal dengan kecepatan 12 knot dan tinggi 7.80 serta jarak jelajah 2880 NM tersebut memiliki kapastias anak buah kapal (ABK) sebanyak 43 orang, pasukan 40 orang dengan muatan 6 unit Tank Leopard dan 1 unit trasporter dan dioperasikan di laut antar pulau.

Kapal ADRI XLVI (46) (boassugiyarto)

Tidak hanya itu kapal itu dapat dimanfaatkan untuk angkutan bencana alam serat mendarat (beaching) di pantai. Atjep menambahkan Batalyon Pembekalan Angkutan (Yongbekang)

4/Air berfungsi melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun di luar negeri diantaranya melaksanakan tugas rutin maupun khusus dalam rangka mengangkut bekal, materil, personel dan alat perlengkapan ke Kodam-kodam di seluruh wilayah NKRI.

Atas pengabdian dan keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya, kapal-kapal ADRI dan prajurit Yongbekang 4/Air mendapatkan penghargaan tanda jasa dari pemerintah RI diantaranya Samkarya Nugraha, Bintang Sakti, Satya Lencana Seroja dan penghargaan Satya Lencana Dharma Nusa.

Kapal ADRI XL (40) (boassugiyarto)

Adapun kapal yang dimiliki oleh Satuan Yonbekang 4/Air Ditbekangad saat ini ada 12 diantaranya yakni :

- ADRI XXXII 300 DWT/1978,
- ADRI XXXVI 150 DWT/1982,
- ADRI XL 300 DWT/1981,
- ADRI XLI 150 DWT/1982,
- ADRI XLIII 150 DWT/1982,
- ADRI XLIV 1000 DWT/1983.

Selain itu :

- ADRI XLV 500/2004,
- ADRI XLV 500 DWT/2004,
- ADRI XLVI 500 DWT/2004,
- ADRI XLVII 500 DWT/2004,
- ADRI XLVIII 1000 DWT/2015,
- ADRI XLIX 1000 DWT/2015,
- ADRI L 1200 DWT/2016.

  ⚓️ Poskota  

Rabu, 17 Agustus 2016

Rahasia Kehebatan Meriam Howitzer M109A4BE

Incaran TNI ADM109A4 BE ☆

M109 surplus boleh dikata dapat ditemui pada beberapa negara terutama di Eropa Barat yang beralih menggunakan sistem baru. Lalu kenapa TNI memilih membeli M109A4BE, apa istimewanya varian ini?

Jawabannya ada pada sejumlah program upgrade yang dilakukan sendiri oleh Belgia. Seperti diketahui, sebenarnya M109 yang dibeli Belgia adalah dari varian M109A2. Ketika varian A4 keluar, Belgia memutuskan untuk meningkatkan kemampuan M109A2 yang mereka miliki, tidak setara, tapi lebih unggul.

Jadi item standar seperti paket upgrade NBC/RAM (Nuclear, Biological, Chemical/Reliability, Availability, and Maintainability) memang dipasang sebagai standar, tapi ada lagi yang lebih. Paket upgrade yang menjadikan M109A4BE berbeda dengan M109A4 biasa ada pada pemasangan SAL (Semi Automatic Loader), MHS (Metric Hydraulic System), APU (Auxiliary Power Unit), SSPC (Stowage System Propellant Charges), dan IBC (Improved Ballistic Cover).

Sistem artileri ini sudah menjalani sejumlah modifikasi. Sumber gambar: PussenarmedSistem artileri ini sudah menjalani sejumlah modifikasi.

Sistem SAL pada M109BE menggunakan sistem rak semiotomatis yang mengantarkan proyektil dan charges ke juru pengisi dan asistennya, sehingga meningkatkan kecepatan tembak menjadi 3 peluru dalam 20 detik pertama dengan total penembakan 6 proyektil dalam 1 menit pertama, meningkat 50% dari kecepatan tembak varian M109A4.

Paket SAL juga menyertakan BAD (Breech Activating Device) yang memastikan breech selalu menutup dan membuka secara sempurna pada sudut elevasi meriam berapapun. Kemudian ada lagi TMS (Temperature Measurement Sensor) yaitu sensor yang mengukur suhu di dalam kamar peluru, untuk menekan resiko cook off atau kantung propelan menyala prematur akibat suhu yang terlalu panas setelah penembakan terus-menerus. Sistem SAL dan ikutannya tersebut dibuat oleh Rheinmetall Landsystems dan dipasang sendiri oleh Belgia.

Sementara untuk MHS (Metric Hydraulic System) merupakan modifikasi untuk menyamakan seluruh skala atau ukuran sistem hidrolik ke dalam satuan metrik yang berlaku internasional, mengingat AS masih menggunakan sistem imperial misalnya inci dan yards. Konversi ke sistem metrik ini akan memudahkan pengoperasian sehingga awak tidak perlu terlebih dahulu melakukan konversi perhitungan yang tentu akan sangat memakan waktu. Sistem MHS ini disiapkan oleh Rheinmetall Landsystems.

Modifikasi lain yang tak kalah penting adalah pemasangan sistem APU berupa mesin diesel 4 tak yang menyediakan daya 1,2kW @ 28VDC yang dipasang pada kompartemen mesin M109A4BE. Pemasangan APU ini memungkinkan penghematan bahan bakar mesin utama karena dalam kondisi stasioner cukup menyalakan APU untuk mentenagai perputaran kubah dan sistem hidrolik yang mengatur elevasi meriam. APU juga membantu mencegah aki kehabisan daya sehingga keandalan operasional M109A4BE juga meningkat. Sistem APU ini disediakan oleh Kissling Service GmbH.

Daftar upgrade berikutnya adalah sistem SSPC yaitu sistem kontainer tahan api dan benturan untuk menyimpan propelan (charges) yang sangat sensitif dan rawan terbakar. Sistem SSPC memampukan penyimpanan propelan langsung di dalam kubah tanpa perlu kuatir adanya resiko kebakaran, mengingat sekali terpantik propelan dapat menimbulkan api yang sangat panas dan terjadinya cepat, sehingga amat berbahaya bagi awak yang berada di dalam kubah dan sasis M109.

Terakhir, sebagian dari M109A4BE juga kebagian ballistic cover yang menutup alat bidik panoramik untuk meningkatkan bidang pandang dari juru tembak. IBC buatan RDM Belanda ini mengurangi risiko alat bidik prismatik menjadi kotor, berembun, atau silau karena paparan matahari.

Dari 20 unit yang dibeli TNI AD, belum diketahui apakah IBC masuk daftar. Dari jumlah 20 yang dibeli TNI AD, tidak semuanya varian M109A4BE. Beberapa unit di antaranya sudah pasti merupakan kendaraan pengisi amunisi M992 FAASV (Field Artillery Ammunition Support Vehicle) yang merupakan kendaraan pemasok amunisi untuk M109A4BE. [Author: Aryo Nugroho]
 

  ☠ Angkasa  

Sabtu, 13 Agustus 2016

[Foto] Air to Ground Integration Exercise

Lengkapi Penutupan Latma Garuda Shield X/2016 http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-11.jpgPanglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM memimpin penutupan Latihan Bersama (Latma) Garuda Shield X 2016, di Puslatpur Asembagus, Situbondo, kemarin (12/8). Pada upacara penutupan itu, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad didampingi Hawaii Army Commander, Brigadier General Tamashiro.

Dalam amanatnya, Ganip Warsito mengatakan, latihan bersama ini selain merupakan wahana untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan serta profesionalisme prajurit, juga sebagai sarana untuk meningkatkan kerjasama dan jalinan persahabatan antar angkatan darat kedua negara.

Ganip menambahkan, meski kedua Angkatan Darat ini memiliki sejarah, tradisi dan doktrin yang berbeda, namun dengan dilandasi semangat persahabatan, latihan bersama seperti ini dapat dijadikan salah satu sarana yang tepat untuk membangun kerjasama.

Ditambahkan juga, latihan bersama ini sangat penting bagi peserta untuk memahami proses pengambilan keputusan, dan cara bertindak terbaik dalam pelaksanaan tugas, pada operasi pemulihan keamanan di bawah bendera PBB. Dia berharap, di masa mendatang latihan antara dua negara dapat terus ditingkatkan, sehingga secara konsisten akan terwujud Interoperabilitas yang sangat diperlukan untuk mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan yang menjadi perhatian kedua negara.

Selain itu, pada setiap kesempatan pelaksanaan latihan bersama, dapat menjadi wahana yang efektif untuk mewujudkan semangat persahabatan, persaudaraan dan saling menghormati di antara Angkatan Darat yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Latihan bersama yang digelar sejak 1 Agustus 2016 lalu, diikuti 481 personel militer gabungan Batalyon Raider Kostrad dan US Army. Kegiatan berjalan dengan baik dan sesuasi rencana. Hal itu menunjukkan bahwa setiap personel yang terlibat dalam latihan, baik pihak penyelenggara maupun pendukung, telah melakukan peranan dan fungsi tugasnya dengan baik.

Sementara itu Komandan US Army Wilayah Hawaii, Brigadier General Tamashiro, mengatakan, Indonesia mitra penting yang terus mengembangkan peranannya sebagai pemimpin kawasan regional, dan TNI senantiasa mendukung usaha-usaha pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia. Menurut dia, pelaku latihan Garuda Shield 10/2016 telah mendapatkan tambahan pengetahuan dalam pengendalian operasi perdamaian.

Sebelum dilaksanakannya upacara penutupan, kegiatan diawali demonstrasi Air to Ground Integration (kerja sama pasukan darat dan udara). Dalam skenario penyerangan itu, AD Indonesia mengerahkan 3 unit Panser Anoa dan 1 helikopter serang Mi-35, serta 3 helikopter serbu Bell-412 untuk membombardir wilayah lawan. Sementara untuk US Army mengerahkan 3 Panser Stryker dan 1 Helikopter Black Hawk.

Dalam rilis yang dikirim Pendivif 2 disebutkan, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI Cucu Somantri, Danpuspenerbad, Brigjen TNI Benny Susianto, Para Asisten Kaskostrad, Para Asisten Kasdivif 2 Kostrad, Para Komandan Satuan Jajaran Divif 2 Kostrad, serta Para pejabat US Army.

 Berikut foto Air to Ground Integration Exercise : 

http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-7.jpghttp://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-3-1.jpg
http://malangvoice.com/wp-content/uploads/2016/08/TNI-2-1.jpg

 ♖ Malangvoice