Comments

Side Ads

Blogroll

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Kementerian Pertahanan Bahas Ulang Anggaran Satelit Pertahanan

Ilustrasi Satelit Militer (Lockheed Martin) ☆

Kementerian Pertahanan kembali membahas rincian anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan satelit pertahanan. Hal itu dilakukan setelah anggaran yang diajukan Kementerian Pertahanan sebesar US$ 849 juta untuk pengadaan satelit itu dianggap terlalu tinggi oleh Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat. "Kementerian Pertahanan mempelajari, apakah memang terlalu tinggi, (dipelajari juga) apa yang dinyatakan tinggi," ucap Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Leonardi saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 Agustus 2016.

Kementerian masih mengkaji hal-hal yang dianggap terlalu tinggi oleh DPR. "Apakah ada pembanding spesifikasi yang sama dan lebih murah?" Ia berjanji akan menyampaikan hasil kajiannya.

Pembahasan ulang soal anggaran itu akan dimulai pekan depan. Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat memberi tenggat waktu tiga pekan kepada Kementerian untuk membahas rincian teknis dan spesifikasi serta menentukan harga pembelian satelit pertahanan.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin menuturkan anggaran pengadaan satelit pertahanan bisa lebih murah. Ia menyebutkan pengeluaran bisa ditekan hingga US$ 650 juta atau malah lebih murah lagi.

"Kemarin juga belum jelas kegunaan, jangkauan, dan kebutuhannya. Koordinasi dengan TNI juga belum detail," ujar Hasanuddin di gedung DPR, Jakarta, Senin kemarin. Komisinya, tutur dia, sudah membentuk tim yang akan memonitor pembahasan anggaran.

Seusai rapat koordinasi Kementerian dengan Komisi Pertahanan kemarin, Hasanuddin mengatakan anggaran Rp 1,3 triliun untuk satelit yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 akan diatur penggunaannya.

Sebanyak Rp 300 juta, ucap dia, akan digunakan untuk memperpanjang sewa satelit selama tiga tahun. Sedangkan Rp 1 triliun sisanya akan digunakan dengan beberapa persyaratan.
 

  ☆ Tempo  

Senin, 29 Agustus 2016

[Foto] Alutsista TNI

Minggu lalu beredar foto alutsista TNI Untuk memenuhi kebutuhan alutsista, Kemhan pada program MEF (Minimun Essential Forces) memesan alutsista dari luar dan dalam negeri. Kebijakan RI menitikberatkan unsur mandiri, sehingga setiap pembelanjaan negara wajib melibatkan unsur ToT (Tranfer of Teknology). Maka dari kebijakan tersebut, sebagian alutsista ini harus diproduksi BUMNIS bila mampu, dan juga ada yang dirakit dengan ilmu pembelajaran teknologi bagi kemandirian bangsa.

Nampak BUMNIS di foto mencoba menyelesaikan beberapa pesanan TNI tepat waktu dengan kualitas terbaik.

[​IMG]

Komodo, rantis (kendaraan taktis) produk PT Pindad. Beberapa unit telah selesai produksi, siap diserahterimakan. [winduparamarta/anas_nurhafidz]
IMG-20160829-WA0007.jpg

Helikopter Caracal telah selesai dirakit. Diberitakan sebanyak 6 unit siap diserahterimakan kepada TNI AU hasil kerja PT DI. [anas_nurhafidz]
tni-ad.jpg

Sejumlah helikopter Nbell 412 dipersiapkan untuk TNI AD. [priv4t33r]
IMG-20160824-WA0015.jpg

Helikopter Fennec bersama helikopter Panther dalam perakitan di hanggar PT DI. Diberitakan sebanyak 4 unit helikopter Fennec pesanan TNI AD, siap diseriterimakan dalam waktu dekat. [anas_nurhafidz]
Snap 2016-08-25 at 13.24.05.jpg

Ujicoba RKX-200 EDF Booster desain anak bangsa. RKX (Roket Kendali Xperiment) merupakan cikal bakal rudal nusantara. [pr1v4t33r]
IMG-20160823-WA0029.jpg

PT PAL sedang menyelesaikan Tugboat untuk TNI AL. [anas_nurhafidz]
  ♞ Garuda Militer  

Sabtu, 27 Agustus 2016

September Ceria

Bulan Alutsista TNI https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_cKZCPPZF0JFLZx5mXRa7ObWpLw8mYxvufMkWPOWgAT2U8nGtpWyeA2NlvuI8hygOYubaNQbwtpZy2tjNy92h3nPoMEEByf8WqSwbwOJ6Ef0J3KeIgzS5kAT_mlOkSP9qZQdmV7mt952q/s1600/leopard2.jpgMBT Leopard 2RI ☆

M
emasuki bulan September, TNI dipastikan bertambah persenjataannya. Minggu lalu sudah diberitakan Marinir akan mendapat mainan amfibi pengangkut pasukan baru dari Ukraina, BTR 4M. Kapal pengangkut alutsista ini dipercaya sudah menuju perairan Indonesia.

Marinir rencananya akan membeli sebanyak 50 unit ranpur BTR 4M, namun dari gambar yang telah beredar, hanya 4 unit ranfib (kendaraan amfibi) yang siap mendarat di Nusantara. Tidak jelas apakah akan ada pengadaan tambahan atau digantikan dengan ranfib jenis yang lain.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhodLJs4x-OPeaULu96iULuOpxeqpy2X61h9E16GLJ4c9tLwvgkFct_SQL9LColt3oSN9gdb5kKxFGdDGfM88j4o_tYp2FQ7xRTYorBzFYldm9xDrcX1YQkkfS44ZhMaKbZGbHtRkzsDIe2/s1600/ptdi2.jpgNampak Pesawat CN 235 MPA produksi PT DI bersama pesawat pesanan Filipina dan Thailand. [def.pk]

Selain itu kemaren tepatnya, beredar kabar dari pengamat militer di forum militer menyatakan akan ada pengirim tambahan alutsista untuk TNI AD. Berupa 40 unit M113 A1, ARV (Armoured Recovery Vehicle) 3 RI 2 unit, AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge) Beaver 3 unit, MBT (Main Battle Tank) Leopard RI sebanyak 16 unit. Dan kapal pengangkutnya diyakini sudah berlayar menuju Indonesia, yang diperkirakan akan sampai pada tanggal 29 Agustus ini.

Bersama PT Dirgantara Indonesia, perusahaan BUMNIS sudah menyelesaikan produksi pesawat dan helikopter untuk TNI. Untuk TNI AU akan mendapat pesawat 1 unit CN235 MPA dan sejumlah helikopter Nbell 412 EP dipersiapkan untuk TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXlq01n7r4fkRgzGughkwl5Qhqs5qXQ9WPXIFYDzvEEUdL-i9nk9lvMfVDbaoArKw9VWnyzQk17VkpL854w-qH5u-En4PyTVpN6YpWQn7CtapR63zTKy6uZUf1tO48Gh_hY8tCy9wuNX9B/s1600/heli-vvip-tni.jpgHelikopter VVIP [pr1v4t33r@def.pk]

Menariknya beredar di forum militer helikopter VVIP untuk Presiden dengan warna dasar khas KTP RI seperti pesawat kepresidenan. Diberitakan helikopter ini sebentar lagi akan menjadi kuda terbang baru Kreshna, atau umum dikenal RI1.

Dari PT Pindad dipastikan telah memproduksi Anoa dengan variasinya sebanyak 300 unit dan puluhan unit rantis Komodo.

PT PAL seolah tak mau ketinggalan akan memamerkan kapal terbarunya PKR 10514, KRI Martadinata 331, yang sekarang dalam penyelesaian ujicoba laut di timur pulau Jawa.

Bila semua telah resmi diterima, dipastikan sebagian alutsista diatas akan muncul pada parade HUT TNI bulan Oktober mendatang. Seperti tahun lalu, memasuki bulan September, alutsista baru berdatangan memenuhi gudang alutsista TNI dan merupakan bulan kegembiraan untuk semua jajaran penjaga kedaulatan Indonesia.

  ★ Garuda Militer  

[Video] Satu Indonesia

Wawancara bersama Panglima TNI Video ini hasil wawancara NET News bersama Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Wawancara selama 23 menit ini membahas garis besar pertahanan keamanan TNI dengan kondisi terkini. Seperti apa yang dibahas, saksikan video dibawah.

 Video dibawah dari Youtube : 


  ★ Youtube  

Jumat, 19 Agustus 2016

Panglima TNI Protes Tindakan Imigrasi Singapura

Suryo Prabowo Masuk Daftar Hitam Pemerintah Singapura https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT3rA2UuPiQvxuwIrNm7uU7kM34AwA6m9FTwbMTK2j6SuvyJMMzzoVRDI4rB-VLThUkbHR6FCtcqlyXfzqKr9a_dPUIfssTXOAO_ILoefvQi5G5NkV1EIx7mI9cEhLiDMQExjRzKk5zd7D/s1600/Letjen+%2528Purn%2529+Suryo+Prabowo.jpgMantan Kasum TNI Letjen (Purn) TNI Suryo Prabowo ☆

P
anglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku telah mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Singapura terkait tindakan Imigrasi Singapura kepada mantan Kasum TNI Letjen (Purn) TNI Suryo Prabowo.

"TNI sudah berkoordinasi, begitu juga Kepala Bais sudah menyampaikan protesnya kepada Atase Pertahanan yang ada di Indonesia," kata Panglima TNI usai membuka Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Ke-IV Tahun 2016, di GOR Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan hal itu menanggapi soal masuknya daftar hitam Suryo Prabowo saat transit di Bandara Changi, Singapura.

Suryo yang baru pulang dari Fiji dengan menggunakan maskapai Fiji Airways FJ361 harus tertahan di Bandara Changi saat ingin mengambil bagasi pada Rabu (17/8). Pihak Imigrasi Singapura pun memasukkan namanya ke dalam daftar hitam orang yang dilarang masuk ke Singapura.

"Kami sudah menyampaikan surat kepada Kemenlu agar menyampaikan nota protes kepada Singapura. Bisa saja, suatu saat saya akan di black list juga," katanya.

Ia pun menyayangkan tindakan imigrasi Singapura yang tidak menjelaskan alasan di-black list-nya mantan prajurit TNI itu.

"Kalau memang tidak benar (black list-nya, red) seharusnya menyampaikan permohonan maaf dan mengantarkan pak Suryo untuk mengurus penerbangannya. Bukannya salah (pihak imigrasi Singapura), dan terus pergi. Etikanya kan demikian," katanya.

Namun pada kenyataannya, pihak Imigrasi Singapura tidak menyampaikan permohonan maafnya kepada Suryo Prabowo.

"Saya sendiri sebagai Panglima TNI tidak senang dengan pemerintah Singapura yang memperlakukan mantan prajurit TNI seperti itu," tegas Panglima TNI.

Mantan Pangdam Jaya itu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat melakukan transit di Bandara Changi, Singapura, Rabu (17/7). Tepat pada HUT RI ke 71 tahun, mantan Wakasad tersebut masuk daftar hitam di kantor imigrasi Singapura. "Saya ini ternyata orang yang di-"Black list" pemerintah Singapura (imigrasi) dengan alasan yang tidak jelas," kata Suryo melalui akun sosial media miliknya.

Dia menerangkan awal mula kejadian saat dirinya masuk daftar hitam di Singapura. Pada saat itu, Rabu (17/8), dirinya transit untuk kembali ke Jakarta dan mengikuti acara HUT Kemerdekaan di kampung halamannya. Namun pada pukul 05.20 waktu setempat, dia dihampiri petugas imigrasi Singapura.

"Saya transit di Singapura kemudian keluar terminal untuk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17-an di kampung saya. Di imigrasi ternyata nama saya ada di daftar black list, lalu saya diinterview panjang lebar selama 1 jam-an tentang riwayat hidup saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M," papar Suryo kepada para pembaca akun media sosial miliknya.

Akibat insiden yang membuatnya kesal tersebut, dia berpesan kepada teman-temannya di media sosial untuk berhenti mengikutinya agar tidak termasuk ke dalam daftar hitam seperti dirinya.

  ★ Antara  

Selasa, 16 Agustus 2016

20 Unit M-109 Akan Pekuat Artileri Medan TNI-AD

M109 Belgia [kaskus] ☆

Jika sebelumnya pernah beredar berita, adanya delegasi dari Pussenarmed TNI-AD berkunjung ke Belgia untuk menengok meriam swagerak roda rantai M-109A4, maka tampaknya pengadaan meriam itu kini menjadi hampir nyata. Biaya untuk pengadaan meriam M-109A4 sudah tercantum jelas dalam Nota Keuangan serta RAPBN 2017 Republik Indonesia. Bahkan jumlah yang dibeli pun sudah tersebut yaitu sebanyak 20 unit.

Demikianlah hasil telisik ARCinc di Nota Keuangan dan RAPBN 2017, yang ringkasannya dibacakan oleh Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR 2016 pagi tadi (16/08). Dalam anggaran 2017, Kementrian Pertahanan mendapatkan jatah total sekitar Rp 104 Trilyun. Dari jumlah total tersebut tentu masih harus dibagi ke anggaran Mabes TNI dan masing-masing Angkatan. Nah yang menarik adalah dalam program modernisasi alutsista, tercantum jelas pengadaan 20 unit meriam swagerak M-109. Meski tidak disebut variannya, sumber ARCinc menyebutkan varian yang dilirik adalah M-109 versi A4. Dibandingkan pendahulunya, versi A4 ini memiliki kelebihan proteksi nubika dan sistem elektronika.
 
Dengan masuknya M-109A4 ke jajaran Artileri Medan TNI-AD, maka ini merupakan sebuah lompatan teknologi dan gaya gempur.

Ini mengingat artileri Swagerak beroda rantai yang saat ini masih beroperasi adalah AMX-13 MK61 dengan kaliber meriam 105mm. Apalagi, munisi M-109A4 bisa menggunakan munisi meriam 155mm standar NATO yang juga sudah dioperasikan oleh TNI-AD.

Oiya, dalam nota keuangan juga disebutkan pengadaan 24 unit ranpur pengganti Saracen dan Saladin. Hingga kini belum diketahui pasti ranpur mana yang akan menggantikan kedua jenis ranpur sepuh tersebut. Apakah panser Anoa dan Badak, atau dari jenis lain.

Tapi konon Ranpur ASCOD buatan Spanyol sudah mengintai.

  ☠ ARC  

Senin, 15 Agustus 2016

Pameran Senjata TNI Di Jogjakarta

Sultan Naik Panser ke LokasiSri Sultan Hamengkubuwono X menaiki panser, Senin (15/8/2016). [Edzan Raharjo/detikcom] ☆

Berbagai peralatan tempur milik TNI diperlihatkan untuk masyarakat umum menyambut HUT Kemerdekaan ke-71 RI. Alutsista milik TNI ini dipamerkan di Jogja City Mall dalam kegiatan 'Independence Day Military Expo 2016.

Persenjataan militer Indonesia yang dipajang di mal ini mengundang perhatian ribuan warga. Warga memanfaatkan momen ini untuk berfoto. Anak-anak juga bisa menaiki tank-tank tempur.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X naik kendaraan tempur panser Panhard. Sultan naik panser dari komplek Kepatihan ke lokasi pameran. Di belakangnya kendaraan tempur Anoa.

Alutsista TNI yang dipamerkan di Yogyakarta, Senin (15/8/2016). [Edzan Raharjo/detikcom]

Koordinator acara, Letkol Infantri Riyanto mengatakan lebih dari 200 peralatan alutsista yang dipamerkan. Peralatan tempur yang dipamerkan di antaranya tank-tank, peluncur roket, senapan serbu, termasuk senjata otomatis.

"Ini sebagai pertanggungjawaban pemerintah, bahwa rakyat selama ini sudah membayar pajak. Dan alat-alat ini dari pajak yang dibayar rakyat," kata Riyanto di Jogja City Mall Yogyakarta.

Salah satu warga, Giarto (37) mengatakan pameran senjata milik TNI ini selain menambah wawasan persenjatan juga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat. Girato berharap senjata TNI yang sudah berumur agar diperbarui dan di modernisasi.

Pameran alutsista ini digelar di Yogyakarta selama 3 hari pada tanggal 15-17 Agustus 2016. Dalam gelaran ini juga menampilkan penampilan dari TNI seperti parade band, bela diri, demo debus yang bisa disaksikan gratis. (fdn/fdn)
 

  ☠ detik